Parah Nih, Guru Tempeleng-Ludahi Siswa

Sabtu, 09 April 2016 – 10:16 WIB
Ilustrasi. FOTO: JP group

jpnn.com - DUNIA pendidikan Banyuwangi tercoreng. Salah seorang guru SD berinisial KS, 50, dilaporkan ke Polsek Sempu karena diduga telah menganiaya muridnya sendiri, AA, 12, yang merupakan siswa kelas VI SDN 3 Sempu, Jumat (8/4). AA  yang merupakan warga Dusun Tegalyasan, RT 2, RW 5, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, mendatangi polsek karena tidak terima perlakuan kasar salah seorang guru.

Di ditemani ayah kandungnya, Supariyono, 40.

BACA JUGA: Pak Guru, Bu Guru, Kabar Baik nih, Caiiirr...

Supariyono kepada polisi mengungkapkan, penganiayaan yang dilakukan KS kepada putranya itu terjadi sekitar pukul 11.00 Rabu (6/4). 

Saat itu AA menegur temanya, VG, karena gaduh di kelas. Selanjutnya, VG malah mengolok-olok anak AA dengan memanggil nama bapaknya, Yono. 

BACA JUGA: 51 Peserta Ujian Paket C Langsung Gugur

’’Saya saat itu menegur teman saya agar diam, malah saya yang dituduh berbuat gaduh,’’ ungkap AA di Mapolsek Sempu kemarin.

Gara-gara kelas gaduh, AA yang dicurigai sebagai biangnya langsung diminta maju oleh KS. Di hadapan siswa, KS menempeleng AA. ’’Saya ditampar berulang-ulang dan terakhir wajah saya diludahi,’’ ujar AA. Tidak hanya itu, KS yang terlihat emosianal menantang AA memanggil orang tuanya.

BACA JUGA: Diam-diam Ada Pungutan untuk UN

Mendapat perlakuan kasar gurunya, AA sempat menangis di luar ruang kelas. Ibu kandung AA, Emi Hariyati, kaget melihat putranya pulang sekolah dengan wajah lebam. 

Tidak terima anaknya diperlakukan kasar, Emi Hariyati langsung mengabari suaminya yang sedang bekerja di Bali. ’’Ada kabar itu, saya langsung pulang,’’kata Supariyono. Petugas Polsek Sempuyang berjaga menyarankan AA divisum di rumah sakit atau puskesmas.

Kepala SDN 3 Sempu, Kecamatan Sempu, Kusniadi saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya pemukulan yang dilakukan slah seorang guru kepada siswa di sekolahnya. ’’Sebenarnya itu bukan penganiayaan, tapi untuk mendidik anak. Cuma ya kebablasan,’’ ujar Kusniadi.

Kanitreskrim Polsek Sempu Aiptu Subakti mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan men- dengarkan keterangan dua pihak dan saksi. ’’Kami juga bersedia menjembatani kalau memang persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan,’’ tuturnya. (ddy/c1/abi/c4/ano)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mitos Pecah Kaca Usai UN di Sorong, Yakin Raih Hasil Baik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler