Partai – partai Eks Koalisi Indonesia Adil dan Makmur, Rugi jika Menyeberang

Minggu, 30 Juni 2019 – 00:55 WIB
Jokowi dan Zulkifli Hasan. Foto: Hendra Eka/Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Tony Rosyid menyarankan, partai - partai yang sebelumnya tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur harus tetap bersatu dengan memakai nama baru untuk menjadi kekuatan oposisi di parlemen.

Menurut dia, pilihan menjadi oposisi merupakan investasi yang baik bagi partai untuk lima tahun ke depan. Tidak tertutup kemungkinan, partai oposisi akan mendapatkan limpahan jumlah elektabilitas di Pemilihan Legislatif 2024.

BACA JUGA: Prediksi Pengamat Hanya PKS yang Bakal Konsisten Jadi Oposisi, Gerindra?

"Ya, itu justru menjadi investasi bagi mereka untuk lima tahun ke depan. Terlebih lagi kalau mereka mampu mengkapitalisasi sebagai sebuah sarana menyuarakan harapan rakyat yang tidak tersalurkan," ucap Tony ditemui di Jakarta, Sabtu (29/6).

Tony mengatakan, partai dari Koalisi Indonesia Adil dan Makmur tidak perlu mencari celah untuk menyeberang. Terutama, untuk menjadi bagian partai pendukung Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin.

BACA JUGA: Pernyataan Terbaru Sekjen PAN Terkait Koalisi Indonesia Adil dan Makmur

BACA JUGA: Demokrat Silakan Gabung, PAN Jangan

"Itu tidak baik bagi proses kenegaraan ke depan, juga tidak baik bagi pendidikan politik," ucap dia.

BACA JUGA: Andre Rosiade: Wajar Gerindra Diajak Gabung Koalisi 01

Dia menuturkan, pilihan partai tamatan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur menyeberang ke kubu Jokowi – Ma’ruf akan mengecewakan pemilih di Pileg 2019.

Sebab, ucap dia, pemilih yang menjatuhkan pilihan untuk partai Koalisi Indonesia Adil dan Makmur ialah rakyat yang memiliki suara berseberangan dengan pemerintah.

Jika mereka tetap menyeberang ke kbu penguasa, maka konstituen akan menganggapnya sebagai sebuah pengkhianatan.

BACA JUGA: Mardani Ali Sera: Ya Sudah Pemenangnya Jokowi

"Sebab itu dianggap sebagai pengkhianatan terhadap konstituen. Tidak baik bagi partai itu sendiri karena akan bisa berakibat lima tahun ke depan dia berinvestasi buruk karena kepercayaan bagi mereka yang mengamanatkan kepada partai itu," ucap dia. (mg10/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Airlangga Belum Mau Bahas Tambahan Koalisi Pendukung Jokowi - Maruf


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler