Pasar tak Boleh Mendikte Kepemimpinan Jokowi

Sabtu, 30 Agustus 2014 – 15:32 WIB

jpnn.com - Presiden Terpilih Joko Widodo diingatkan bahwa dirinya sendiri pernah menyatakan bahwa ia hanya taat pada konstitusi Indonesia.

"Hanya konstitusi yang bisa mendikte kepemimpinan, bukan pasar," tegas pakar ekonomi kebijakan publik, Ichsanuddin Noorsy, dalam diskusi "Bola Panas BBM" di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (30/8).  

BACA JUGA: Menteri Blusukan ala Jokowi Bisa Dorong Laju Ekonomi

Menurutnya, kalau Jokowi memang taat pada konstitusi maka dia harus memenuhi pasal 33 dan pasal 34 UUD 1945.

"Jadi, kelihatan Jokowi pemimpin yang konsisten," tegasnya.

BACA JUGA: BI Dukung BBM Naik

Sebelumnya ia mempertanyakan dukungan PDI Perjuangan terhadap rencana penyesuaian atau kenaikan harga bahan bakar minyak oleh Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Ditegaskan Noorsy, logika ekonomi yang dipakai PDIP tentu saja bukan ekonomi konsititusi atau tidak sesuai prinsip Tri Sakti yang selama ini digembar-gemborkan oleh capresnya, Joko Widodo.

BACA JUGA: Hidupkan yang Mati, Dahlan Ingin Bermalam di Bacan

Hal itu juga terkait pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kemarin yang terang-terangan menyatakan, partainya mendukung kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubidi. Namun ia membantah keras jika partainya dianggap tak konsisten. Ditegaskannya, kalau subsidi masih ditahan, maka terjadi defisit anggaran. (ald/rmo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wisatawan Sepi, Pengusaha Hotel Terancam Gulung Tikar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler