Pasuruan Kebanjiran, Bu Mensos Datang Bawa Bantuan

Senin, 06 Februari 2017 – 06:23 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga korban banjir di Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/2). Foto: Biro Humas Kemensos

jpnn.com - jpnn.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menggelontorkan dana bantuan Rp 1,5 miliar bagi korban bencana alam di wilayah Jawa Timur. Dari jumlah itu, ada Rp 389 juta yang disalurkan untuk warga di Kabupaten Pasuruan yang sedang kebanjiran.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan secara simbolis dalam kunjungan kerjanya di Kelurahan Kedung Ringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/2) petang.

BACA JUGA: Tahun Ini Fokus 3 Titik Banjir

Bantuan yang diserahkan antara lain berbentuk matras, selimut, tenda gulung, pakaian anak, bahan makanan dan lauk-pauk. Selain itu, Khofifah juga meninjau dapur umum lapangan (Dumlap) dan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) untuk memastikan pelayanan kepada para korban banjir yang mengungsi.

"Tagana hadir sejak awal tanggap darurat. Saat ini meski masa tanggap darurat telah berakhir, saya minta Dumlap agar dapat secara kontinyu memberikan layanan di empat posko pengungsi," ujar Khofifah sebagaimana siaran pers Kemensos.

BACA JUGA: Terima Kasih, Bu Mensos Peduli Kita Orang

Dumlap dan Tagana melayani warga dari sembilan kecamatan yang terdampak banjir. Dalam sehari, Dumlap yang dikelola Tagana itu menyiapkan 6.000 bungkus makanan dan lauk pauk.

Selain itu, Kemensos juga menyediakan tim layanan psikososial yang terdiri dari tujuh orang. Tugas tim itu adalah memberikan dukungan psikososial kepada 120 anak dan kelompok rentan lainnya.

BACA JUGA: Korban Banjir Mengapung di Bengawan Solo

Khofifah menjelaskan, banyak daerah yang dilanda banjir. Dalam catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 323 kabupaten/kota yang sangat rawan bencana.

Karenanya Kemensos telah mengerahkan 33 ribu personel Tagana untuk membantu korban banjir di sejumlah daerah. "Ujung tombak pada saat terjadi bencana alam adalah Tagana,” tegasnya.

Sedangkan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos Adhy Karyono mengatakan, banjir di Kabupaten Pasuruan menerjang sembilan kecamatan. Penyebab banjir adalah curah hujan yang tinggi yang dibarengi pasang air laut dan ditambah pendangkalan sungai.

Menurutnya, banjir tahunan kali ini merupakan yang terparah. “Selama hampir 2,5 bulan daerah tertentu seperti di Kecamatan Beji yaitu Kedung Ringin dan Kedung Boto terus tergenang," katanya.

Menurut Adhy, solusi yang bisa dilakukan untuk mengurangi genangan adalah normalisasi sungai, mitigasi berupa penanaman pohon di hulu, serta peringatan dini tentang potensi hujan untuk mengurangi risiko ketika banjir.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Daftar Daerah Ini Wajib Waspada Banjir Bengawan Solo


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler