PDIP: Hoaks Racun Demokrasi

Selasa, 02 April 2019 – 19:24 WIB
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: Boy/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai maraknya penyebaran hoaks terkait Pemilu 2019 sangat menyedihkan. Dia menegaskan sudah saatnya memerangi hal negatif, hoaks, dan politik hitam.

Hasto mengajak menyampaikan hal yang positif untuk membangun peradaban. "Yang harus disampaikan adalah membangun peradaban," tegas Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Selasa (2/4).

BACA JUGA: Respons Hasto PDIP untuk Ancaman Amien Rais soal People Power

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, terjadi peningkatan jumlah hoaks yang beredar di media sosial. Menurut dia, pada Januari 2019, ada 175 temuan isu hoaks. "Naik menjadi 353 di Februari," ungkap Rudiantara di Jakarta, akhir bukan lalu.

Hasto menuturkan bahwa hal ini sangatlah menyedihkan bagi Indonesia, bangsa yang berkeadaban, berketuhanan, berkemanusiaan, mengedepankan persatuan serta menyelesaikan masalah dengan musyawarah. Menurut dia, seharusnya semua bergotong royong untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. "Hoaks adalah racun bagi demokrasi," tegasnya.

BACA JUGA: Bu Mega Bagi Kartu Tanda Anggota PDIP untuk Habib dan Purnawirawan TNI-Polri

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Kiai Ma'ruf Amin atau TKN Jokowi - Kiai Ma'ruf itu menambahkan hoaks dalam jangka panjang bisa membunuh kemanusiaan. "Dalam jangka pendek meracuni seluruh tradisi politik berkeadaban," katanya.

Karena itu, Hasto mendukung Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kemenkominfo memberantas hoaks.

BACA JUGA: Menhan Ajak Masyarakat Bumi Sriwijaya Perangi Hoaks

"Ini otokritik bagi seluruh elite politik agar mengedepankan politik yang beretika, moral, kebaikan bagi seluruh warga bangsa," ungkap Hasto.(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Si Doel Ajak Kader Banteng Kompak Lawan Hoaks demi Jokowi - Maruf


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler