PDIP Kerahkan 3 Pilar untuk Menangkan Gus Ipul-Anas

Selasa, 28 November 2017 – 22:55 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memperlihatkan surat keputusan tentang penetapan nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur kepada Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Azwar Anas. Foto: Publicist PDIP

jpnn.com, JAKARTA - PDI Perjuangan memanaskan mesin partainya untuk mendulang kemenangan di 17 pilkada di Jawa Timur. Salah satu targetnya adalah memenangkan duet Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas (Gus Ipul-Anas) pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim).

Hari ini (28/11), partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu menggelar Rapat Koordinasi Pemenangan Pilkada Jatim 2018 di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat. Rapat koordinasi itu dihadiri tiga pilar partai, yakni kader yang duduk di eksekutif, legislatif dan di struktur kepengurusan PDIP.

BACA JUGA: Emil Maju Pilgub, Tjahjo: Jangan Sampai Stabilitas Terganggu

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, kader partainya yang duduk di eksekutif, legislatif dan struktur kepengurusan harus bisa bersinergi untuk memenangi 17 pilkada di Jatim. “Dengan seluruh kekuatan partai di Jawa Timur yang bersinergi dengan partai koalisi, kami yakin bisa memenangkan Jawa Timur,” ujarnya.

Kekuatan tiga pilar PDIP di Jawa Timur saat ini memang besar. Totalnya mencapai 23.900 yang terdiri dari 13 kepala daerah, 17 wakil kepala daerah, 17 anggota DPR RI.

BACA JUGA: Mendagri Singgung Bajak Kader, Begini Reaksi Wasekjen Golkar

"Selebihnya adalah anggota DPRD dan struktur partai di Jatim. Kekuatan partai inilah yang solid untuk menang di Jatim," kata Hasto dengan nada optimistis.

Namun, Hasto juga berpesan ke tiga pilar partainya di Jawa Timur agar tetap menggunakan cara-cara beradab untuk memenangi pilkada. Dia lantas mengutip pesan Ketua Umum PDIP Megawato Soekarnoputri yang selalu mewanti-wanti kader-kader partai berlambang kepala banteng itu agar tak menerapkan politik uang dan menyerang pribadi lawan politik.

BACA JUGA: Khofifah Sudah Kirim Surat ke Jokowi, Isinya?

“Seperti diamanatkan Ibu Ketua Umum bahwa bukan tradisi PDI Perjuangan mengeksploitasi urusan pribadi atau rumah tangga orang. Pilkada bagi PDI Perjuangan adalah pertarungan ide dan gagasan,” ujar Hasto di acara yang juga dihadiri Gus Ipul, Anas dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini itu.

Hasto secara khusus juga menyinggung soal duet Gus Ipul-Anas yang diusung oleh koalisi PDIP dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurutnya, PDIP dan PKB untuk pertama kalinya berkoalisi pada Pilgub Jatim.

Pria asal Yogyakarta itu menyebut duet wakil gubernur Jawa Timur dengan bupati Banyuwangi tersebut merupakan representasi dua kekuatan politik terbesar. Gus Ipul, kata Hasto, merepresentasikan warga Nahdatul Ulama (NU) dan PKB.

Sedangkan Anas menjadi representasi kaum nasionalis dan PDIP. “Kami yakin jika dua kekuatan besar ini bersatu akan sangat dahsyat untuk memenangkan Gus Ipul-Anas,” ujarnya.

Gus Ipul pun sependapat dengan pernyataan Hasto soal kolaborasi nasionalis dan nahdiyin sebagai kekuatan besar di Jatim. “Jawa Timur itu hijau dan merah, merah itu paling kental ya PDI Perjuangan,” kata mantan anggota Fraksi PDIP DPR RI itu.

Sedangkan Risma mengharapkan Gus Ipul-Anas jika kelak terpilih bisa memperbaiki kualitas pendidikan sekolah menengah atas (SMA) di Jawa Timur. Sebab, saat ini kewenangan pengelolaan pendidikan menengah ditarik ke pemerintah provinsi.

Namun, Risma meminta Gus Ipul-Anas jika kelak terpilih juga tak terlalu memikirkan kualitas pendidikan di Surabatya. Pasalnya, ibu kota Jawa Timur itu sudah mandiri.

“Surabaya tidak dibantu tidak apa-apa karena sudah mandiri. Tapi berikan bantuan ke daerah lain yang sangat membutuhkan,” ucap salah satu kepala daerah terbaik di Indonesia itu.(rmo/jpg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Poros Baru Takut Lawan Gus Ipul dan Khofifah di Pilgub Jatim


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler