Pecandu Narkoba Ingin Bertobat, tapi Sudah Lupa Cara Salat

Kamis, 01 Februari 2018 – 16:50 WIB
Sabu. Foto Ilustrasi: dokumen JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Gara-gara narkoba, bapak tiga anak bernama Krismianto mengalami tragedi bertubi-tubi.

Dia masuk penjara. Anak-anak telantar. Keluarganya berantakan.

BACA JUGA: Rasain, Gagal Nikmati Sabu-Sabu Hasil Patungan

Pada Selasa (30/1), Krismianto dibekuk Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Gresik di Desa Ngasinan, Kecamatan Menganti.

Lelaki 36 tahun asal Pakal, Surabaya, tersebut disel karena kedapatan membawa 0,80 gram sabu-sabu.

BACA JUGA: Firmansyah Tertangkap Sebelum Pesta Narkoba

Kepada polisi, Krismianto bercerita bahwa dirinya sudah tiga tahun menduda. Istrinya pergi.

Katanya, kecantol lelaki lain. Itu terjadi karena jebolan sekolah menengah kejuruan (SMK) tersebut tidak punya pekerjaan.

BACA JUGA: Diomeli Istri, Pecandu Sabu-Sabu Langsung Kapok

Dia akhirnya mencuri kendaraan bermotor. Hasilnya pun dipakai untuk berfoya-foya."Sing penting seneng," akunya.

Nah, pada 2016 Krismianto ditangkap anggota Polsek Menganti karena mencuri motor.

Dia divonis sembilan bulan penjara. Sekeluar dari bui, dia mengaku berhenti mencuri motor. Lalu, menjadi tukang parkir.

"Dalam sehari bisa bawa pulang uang Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu bersih," terangnya.

Rezeki itu ternyata tidak disyukuri. Krismianto malah doyan nyabu.

Dia membeli sabu-sabu secara urunan dengan teman-temannya. Alasannya untuk doping. "Biar tambah semangat," dalihnya.

Saat ditangkap pada Selasa siang (30/1), Krismianto tengah celingukan di depan sebuah pabrik.

Tepatnya di Desa Ngasinan, Driyorejo. Saat itu ada anggota Satreskoba Polres Gresik yang sedang berpatroli.

Seorang anggota mengenali Krismianto sebagai residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dia dicurigai sedang mencari sasaran.

Anak buah Kasatreskoba Kompol Chotib Widianto lantas mendekati tersangka. Dia ditangkap.

Tubuhnya digeledah dan ditemukan dua poket sabu-sabu. Polisi lalu menggelandang Krismianto ke rumahnya di Pakal.

Di rumah tersangka, polisi menyaksikan suasana haru. Krismianto menangis di depan anak-anaknya. Dia meminta maaf.

"Maafkan ayah, Nak," kata Krismianto sambil menitikkan air mata. Anak-anaknya tidak menjawab.

Setelah itu, Krismianto mengaku akan bertobat sekeluar dari penjara.

"Kasihan anak-anak," ujarnya sambil mengusap air mata. Bagi pecandu sabu-sabu, bertobat pun ternyata tidak mudah.

Rabu pagi-pagi kemarin (31/1), Krismianto mengaku hendak salat Subuh. "Tapi, ternyata saya sudah lupa doa salat," ucapnya saat ditemui di Ruang Satreskoba Polres Gresik. Krismianto tercenung. (yad/c7/roz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pecandu Zaman Now, Berani Nyabu di Poskamling


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler