Pecandu Narkoba, Sekali Transaksi Habis Rp 16 Juta

Senin, 08 Januari 2018 – 14:08 WIB
Ilustrasi sabu-sabu. Foto: AFP

jpnn.com, SURABAYA - Polisi meringkus Achmad Efendy di rumahnya di Petemon Timur, Surabaya.

Selain memakai barang haram tersebut, pria 29 tahun itu mengedarkannya untuk mencari keuntungan.

BACA JUGA: Polisi Buru Penyuplai Narkoba ke Jennifer Dunn

Achmad ditangkap oleh polisi setelah informasi peredaran narkobanya diketahui.

Dia tidak bisa mengelak ketika polisi menemukan sejumlah barang bukti di kamarnya.

BACA JUGA: Pabrik Narkotika Rumahan yang Dikendalikan Napi Terbongkar

Yakni, di salah satu kaleng bekas rokok. Kaleng itu ditemukan tepat di sebelah kasur.

Kaleng tersebut berisi sebuah dompet kecil. Nah, di dalam dompet itu, terdapat 11,41 gram sabu-sabu (SS) dan 1,32 gram bongkahan SS.

BACA JUGA: Sepanjang 2017, Polri Kirim 55 Bandar Narkoba ke Akhirat

''Ini hanya sebagian kecil,'' ujar Kapolsek Sawahan Kompol Yulianto. Achmad baru saja mengenal narkotika sekitar dua bulan terakhir.

Dia mulai memakai benda haram tersebut dari November yang lalu.

Kebiasaan itu dikenalkan oleh tetangganya yang merupakan seorang bandar. Petugas mengidentifikasi bandar yang dimaksud Achmad berinisial PUR.

Barang yang dijual oleh PUR tergolong mahal. Sebanyak 1 gram SS bisa dihargai Rp 1 juta.

''Tersangka ini sudah melakukan transaksi selama beberapa kali,'' jelas Yulianto.

Untuk transaksi pertama, Achmad membeli 5 gram SS. SS tersebut dihargai Rp 6 juta.

SS itu kemudian dia konsumsi. Ketagihan, dia pun kembali membeli dengan jumlah yang sama.

Uang yang dia pakai merupakan uang tabungan. Sebab, Achmad merupakan seorang pengangguran.

''Karena ketagihan, saya menawarkan diri menjadi bandar juga Pak,'' ucap Achmad.

Achmad menjual barang haram tersebut ke salah seorang temannya. Dia menjual SS yang dia dapat dengan harga dua kali lipat.

Itu dilakukan agar dia bisa membeli SS lagi ke PUR. Tidak hanya dijual, tapi juga dikonsumsi.

''Terakhir, saya beli Desember yang lalu, saya habis Rp 16 juta buat 15 gram SS,'' tuturnya.

Praktik jual beli itu pun langsung terhenti setelah penangkapan Achmad.

Awalnya, dia tidak memberi tahu polisi cara mendapatkan SS tersebut.

Setelah diinterogasi, dia pun mau buka mulut. Menurut pengakuannya, PUR merupakan tetangga sebelahnya.

Namun, karena informasi penangkapan Achmad sudah tersebar lebih dulu, polisi kehilangan jejak PUR.

''Nggak tahu lagi dia di mana sekarang,'' jawab Achmad. (bin/c20/ady/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dor! Bandar Narkoba Buron BNN Mati Kena Pelor Polisi


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler