Pejabat KemenPPPA Beber Dampak Negatif Teknologi kepada Anak, Butuh PISA

Rabu, 30 Maret 2022 – 17:47 WIB
Asdep Pemenuhan Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Anak KemenPPPA Endah Sri Rejeki saat memberikan paparan. Foto tangkapan layar YouTube Perpustakaan Nasional RI

jpnn.com, JAKARTA - Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Endah Sri Rejeki mengatakan, perkembangan teknologi informasi memberikan dampak positif dan juga negatif bagi anak. 

Dampak positifnya adalah literasi informasi yang bisa diakses cepat, mudah dan murah. Adapun dampak negatifnya, yakni tidak ada yang menjamin keabsahan atau kebenaran informasi karena maraknya berita hoaks. 

BACA JUGA: Turut Cegah Anak Bekerja, Danone Indonesia Raih Penghargaan dari KemenPPPA

"Membuat pengguna terisolasi dari interaksi sosial secara langsung karena kecanduan gawai dan anak belajar konflik (politik) dari media online juga merupakan salah satu dampak negatifnya," kata Endah Sri Rejeki dalam Rakornas Perpustakaan 2022 dengan tema Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional yang berlangsung 29-30 Maret.

Oleh karena itu, lanjutnya, program Perpustakaan Nasional perlu mengembangkan dan membina sejumlah perpustakaan kabupaten/kota yang memiliki layanan perpustakaan anak dan ekstensifikasi layanan melalui mobil perpustakaan keliling.

BACA JUGA: Kemendes dan KemenPPPA Berkomitmen Wujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Hal ini untuk menumbuhkan kegemaran membaca dan literasi anak terbangun dengan baik.

Itu sebabnya kata Endah Sri Rejeki, Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) diperlukan guna meningkatkan kesempatan anak untuk menerima, mencari, dan memberikan informasi sesuai tingkat kecerdasan serta usianya demi pengembangan dirinya sesuai nilai-nilai kesusilaan. 

BACA JUGA: Tangkal Dampak Negatif Medsos, Kejaksaan Luncurkan Jaksa Masuk Sekolah

"Kemudian memberikan lingkungan informasi yang sehat bagi anak diperlukan karena lingkungan informasi anak  selama ini tidak selamanya positif," terangnya.

Dia menambahkan, PISA harus menjadi pusat informasi dengan fokus pada penyediaan informasi terintegrasi.

Dimulai dari informasi tempat bermain, peningkatan kreativitas, tempat konsultasi yang dibutuhkan anak-anak, dengan pendekatan pelayanan yang ramah anak. 

"Hal itu berupa perpustakaan anak, mobil baca, dan pojok informasi anak digital," pungkasnya. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler