Pekanbaru Sabet Adipura 7 Kali Berturut-turut

Selasa, 07 Juni 2011 – 12:56 WIB

JAKARTA -- Diakhir masa jabatannya sebagai Walikota Pekanbaru, Herman Abdullah mempersembahkan kado indah bagi warga Kota PekanbaruTak tanggung-tanggung, 3 penghargaan tingkat nasional dibawa pulang dari Istana Negara, ke kota Bertuah.

Penyerahan penghargaan ini bersempena dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

BACA JUGA: Tour de Singkarak Bikin Macet Kota Padang

Adapun tema tahun ini adalah 'Hutan Sebagai Penyangga Kehidupan'
Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Selasa (7/6).

Adapun penghargaan yang diberikan adalah Kalpataru untuk 11 penerima, Adipura untuk 63 Kabupaten/Kota se Indonesia, Adiwiyata Mandiri untuk 21 Sekolah se Indonesia dan Penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) 2010 terbaik untuk 6 Daerah.

Kota Pekanbaru berhasil menyabet penghargaan lingkungan sebagai Kota Terbersih se Indonesia dan berhasil membawa pulang penghargaan Adipura kategori kota besar untuk 7 kali berturut-turut sejak tahun 2004

BACA JUGA: Capai Rp 7.000 per Kilo, Harga Cabai Terjun Bebas

Walikota Pekanbaru, Herman Abdullah, langsung menerima penghargaan ini dari Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Selain penghargaan Adipura, Kota Pekanbaru juga berhasil membawa pulang penghargaan Adiwiyata Mandiri, sebagai sekolah yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan
Yakni SDN 001 Lima Puluh Pekanbaru dan SDN 005 Bukit Raya Pekanbaru.

"Penghargaan yang saya dapatkan hari ini, bukan untuk diri pribadi

BACA JUGA: Ratusan Penumpang Lion Air Mengamuk

Semuanya didapatkan karena peran serta seluruh masyarakat PekanbaruJadi penghargaan ini untuk rakyat Pekanbaru," kata Herman.

Penghargaan lainnya yang didapatkan oleh Provinsi Riau adalah untuk kategori penyelamat lingkunganYakni oleh Yayasan Pelopor Sehati, Desa Padang Mutung, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.

Dalam laporannya, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengatakan, Yayasan Pelopor Sehati yang diketuai Masriadi dari Desa Padang Mutung ini, telah mampu mengembangkan kelestarian lingkungan hidup seimbang dengan kehidupan adat Kenagarian Rumbio.

"Perlu penguatan kelembagaan adat guna menjaga 570 hektar hutan larangan adat Kenagarian rumbio di Kabupaten Kampar, RiauUpaya inilah yang terus dilakukan oleh Yayasan Pelopor Sehati," Kata Gusti.

Saat ini melalui peran Yayasan Pelopor Sehati telah dilakukan pendampingan dan penguatan kapasitas kelembagaan adatAntara lain dengan membangun pengaturan lokal dan mediasi penyelesaian kasus lingkungan"Prestasi lainnya adalah penanaman 36.000 pohon, 100.000 rumpun rotan dan pembibitan sebanyak 80.000 pohon Meranti pada lahan seluas 150 hektar," kata Gusti.(afz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menkeu Didugat Rp1 Triliun Lebih


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler