Pekerja asal Ukraina Tewas di Toilet Hotel

Minggu, 28 September 2014 – 10:03 WIB

jpnn.com - PALEMBANG - Teknisi tim water booming Vilo Bio Olev (44) warga Ukraina, tewas di dalam toilet di Hotel Aryaduta, kemarin (27/9) sekitar pukul 08.34 WIB. Kondisi korban ditemukan dengan posisi terlungkup, mengenakan celana pendek dan wajah sudah membiru.

Menurut Boni (38) kordinator tim water booming, yang berada dibawa wewenang Dinas Kehutanan Sumsel, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel. Tim mereka diperbantukan untuk melakukan pengebomam kabut asap yang berada di wilayah Sumsel. Namun korban untuk kemarin memang sedang libur.

BACA JUGA: Hendak ke Masjid, Napi Ditikam Sesama Napi

"Semalam dia masih sehat dan masih ngobrol bersama kami. Tiba-tiba Room boy memberitahukan kepada kami, dia menemukan korban berada didalam toilet dan sudah tidak bernyawa," ujar Boni saat ditemui di KM RSMH, Palembang.

Korban diketahui menghuni kamar 1609 di lantai 16 di Hotel Aryaduta, semenjak (1/9) lalu. Mengetahui hal tersebut, Boni beserta rekannya langsung menghubungi manajemen hotel. Lalu pihak hotel Aryaduta memberitahukan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

BACA JUGA: Formasi Dokter Spesialis Belum Ada Peminat

Menurut, Boni mereka akan langsung membawa jenazah korban ke Jakarta dan melakukan koordinasi dengan pihak kedutaan untuk memulangkan jenazah korban ke negara asalnya.

"Kami sudah melakukan kordinasi dengan pihak kedutaan. Kami tinggal menunggu hasil medis dan mengirimkannya langsung menggunakan heli ke Jakarta," ucap Boni, singkat.

BACA JUGA: Warisan Leluhur, Keris Sumenep Go International

Kepala BPBD Sumel Yulizar Dinoto Ksh menyampaikan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak Dinas Kehutanan dan Gubernur Sumsel terkait kejadian ini.

"Memang korban tergabung dalam tim water booming untuk pemadaman kebakaran lahan di wilayah Sumsel yang berada di bawah kendali BPBD Sumsel dan Dinas Kehutanan. Jadi mereka itu memang diperbantukan, kami mendapatkan bantuan enam orang, tiga orang teknisi dan tiga orang pilot," ujar Yulizar.

pihaknya menduga korban meninggal dunia dikarenaka sakit jantung. Karena jika dilihat dari kondisi fisiknya, wajah korban sudah membiru dan kaku dan tidak ditemukan trauma bekas luka.

"Kemungkinan korban meninggalnya semalam. Tapi kita masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebabnya meninggal," kata Yulizar.

Kepala Unit II Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu Polresta Ipda Jekonia mengatakan, dari hasil identifikasi awal pihaknya juga tidak menemukan bekas luka di tubuh korban maupun barang-barang yang mencurigakan di dalam kamar korban. Korban diduga tewas karena sakit.

"Kami akan segera mempersiapkan surat permintaan visum dari pihak kepolisian, agar dapat melihat indikasi penyebab korban meninggal. Korban merupakan warga negara asing, jadi kita harus lebih teliti, jangan sampai ada permasalahan untuk ke depannya," pungkasnya.(cj13)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dua Pejambret Bonyok Dihajar Massa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler