Pekerja RS Rentan Tertular HIV/AIDS

Sabtu, 03 Desember 2011 – 18:16 WIB

JAKARTA - Para pekerja rumah sakit (RS) yang dekat dengan penderita HIV/AIDS sangat rentan tertular penyakit tersebut jika tidak disiplin dalam pekerjaannyaRisiko tersebut dibahas secara mendalam dalam talk show bertema “Kepedulian Dunia Usaha Dalam Penanggulangan HIV dan AIDS”di Blok M Square, Jumat (2/11)

BACA JUGA: Tangkal HIV/AIDS dengan Jus Nanas

Rangkaian peringatan Hari AIDS Sedunia 2011 yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta itu, menghadirkan pakar kesehatan RS Medistra, dr Budi Viana.

Menurut dia, pekerja RS yang berisiko seperti dokter, perawat, bidan, petugas laboratorium, petugas cleaning servis, laundry, dan CSSD
Adapun kegiatan berisiko seperti mengambil darah, memandikan pasien serta aktivitas lainnya yang bersentuhan dengan penderita HIV/AIDS

BACA JUGA: Penularan HIV Didominasi Penikmat PSK

“Maka petugas harus dilakukan sosialisasi mengenai HIV/AIDS
Mereka harus tahu dan secara disiplin menerapkan SOP-nya,” ujarnya

BACA JUGA: Pengangguran Rentan Terjangkit HIV/AIDS



Untuk SOP, para pekerja RS sebelum beraktivitas terlebih dahulu diwajibkan cuci tangan, memakai sarung tangan, masker, serta baju pelindungInsiden yang dapat berisiko tertular HIV yaitu kecelakaan tertusuk jarumYang paling rentan perawat yang mengambil darah, serta petugas cleaning service

Untuk mengatasi kecemasan insiden tertusuk jarum, petugas melakukan investigasi dan melihat riwayat pasien atau petugas yang terkena tusukan jarum ituKemudian baru diambil darahnyaSehingga petugas merasa nyamanPemeriksaan berkala kesehatan secara umum juga harus dilakukan 2 tahun sekali dengan memeriksakan fisik, darah, rontgen, hasil medical check up rutin

Budi Viana juga menyarankan, pembuangan limbah domestik, infeksius bekas perawatan luka, jarum bekas suntikan juga harus dikumpulkan dalam kardus kedap tembusSelain itu, upaya-upaya lain seperti melakukan jemput bola ke bagian farmasi, sterilisasi, laundry, hingga poster penggunaan kondom juga harus dipasang

Bagi pekerja (orang tua) yang terinfeksi HIV/AIDS dan memiliki anak, tidak berpengaruh dalam dunia kerjaDalam proses seleksi, rekrutmen, yang menjadi kewajiban perusahaan adalah saat karyawan sakit harus mendapatkan penanganan“Anak tidak boleh terhukum sehingga tidak terjadi diskriminasi,” tandasnya.  Hadir dalam talk show tersebut, dr Lita Sarana dari KKI, dan perwakilan Disnakertrans, Rukiman(ibl)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pria Lima Kali Ganti Pasangan, Perempuan Dua Kali


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler