Pengangguran Rentan Terjangkit HIV/AIDS

Jumat, 02 Desember 2011 – 09:36 WIB

BANDUNG--Penyebaran HIV/AIDS di Kota Bandung kini berada pada level cukup memprihatinkanPenularannya tidak memandang usia, jenis kelamin maupun profesi

BACA JUGA: Pria Lima Kali Ganti Pasangan, Perempuan Dua Kali

Berdasar catatan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kasus HIV/AIDS tercatat sejak 1991 hingga April 2011 tercatat 2.380 kasus.

Kondisi ini menempatkan Kota Bandung masih menduduki peringkat tertinggi di Jawa Barat dalam hal penyebaran
Perkembangan epidemi HIV/AIDS sudah memasuki tahap kritis dan ironisnya penularan terjadi pada usia produktif, dengan penularan terbesar melalui jarum suntik penggunaan narkoba.

Berdasarkan grafik kumulatif penderita HIV AIDS menurut jenis pekerjaan menunjukan HIV/AIDS di kalangan pengangguran atau tidak bekerja sebesar 21,3 persen, pekerja swasta 20,34 persen, mahasiswa dan pelajar 11,68, serta ibu rumah tangga sebesar 9,54 persen.

Sedangkan, menurut kelompok umur, kelompok usia produktif dari 20-29 tahun adalah yang paling tinggi, yaitu sebesar 57,39 persen

BACA JUGA: Pertahun, Penderita Katarak Naik 240 Ribu

Pada usia 30-39 tahun sebanyak 27,98 persen dan pada usia 0-14 tahun ada 3,36 persen.

Wali Kota Bandung, Dada Rosada menyatakan, keprihatinannya terhadap pengidap HIV/AIDS di usia produktif
Sebab, memiliki peran penting bagi keluarga

BACA JUGA: Antisipasi Kelangkaan Pangan, Wagub Ajak Makan Jagung

“Pengusaha harus berusaha memperhatikan pekerjanya dalam memberi pengetahuan dan mencegah bahaya HIV/AIDS,” ujar dia saat memperingati hari AIDS sedunia, di Gedung Serbaguna PT Bio Farma, Jalan Pasteur, Kamis (1/12).

Bersama peringatan hari AIDS di Bio Farma, Dada menyatakan, komitmennya untuk mengajak pejabat, warga, dan dunia usaha untuk berperan aktif melakukan upaya menghapuskan stigma dan mendorong ditetapkan regulasi tentang HIV/AIDS

Selain itu, sejumlah pengusaha juga akan lebih memberikan perlindungan pada pekerjanya, baik melalui kebijakan penanggulangan HIV AIDS di tempat kerja atau sosialisasiKepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, Hibarni Andamdewi mengatakan, dengan upaya peringatan ini diharapkan bisa menghapus stigma serta diskriminasi terhadap orang yang terjangkit HIV/AIDS.

"Kami mengimbau agar semua perusahaan melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerjaIni dapat diselaraskan dengan gerakan pembudayaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)," ujar Hibarni.

Penyelarasan pencegahan dengan K3, lanjut dia, merupakan langkah upaya untuk pencapaian visi "Indonesia Berbudaya K3 tahun 2015"Hal itu perlu dicapai karena perlindungaan bagi pekerja dari bahaya HIV/AIDS merupakan bagian dari perlindungan K3 di tempat kerja

Di tempat yang sama, Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Biofarma, Elvyn  Fajrul Jaya Saputra menambahkan, pihaknya segera memulai riset vaksin HIV/AIDS yang telah diawali dengan menjaling kerjasama bersama Universitas Indonesia (UI), sehingga angka kematian yang disebabkan oleh penyakit ini dapat cepat ditanggulangi dengan menggunakan vaksin yang kita miliki.

Dia mengaku, pihaknya berkomitmen terlibat dalam pengendalian HIV/AIDS karena pada dasarnya virus ini termasuk dalam penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) hal ini merupakan salah satu target dalam pencapaian Millennium Development Goals (MDGs).

"Hal ini masih menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar BiofarmaSehingga terus-menerus kita lakukan peningkatan kapasitas penelitian untuk pengembangan produksi vaksin yang sesuai dengan kebutuhan publik," ujarnya.(wam)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dinsos Berdayakan 3.500 Lansia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler