Pelindo II Tolak Usul Pemprov DKI

Soal Pembatasan Operasional Angkutan Barang

Selasa, 08 Februari 2011 – 19:44 WIB
JAKARTA - Upaya Pemprov DKI membatasi operasional angkutan barang dalam rangka mengurangi gangguan keselamatan, kelancaran, dan ketertiban lalu lintas, mendapat perlawanan dari PT Pelindo IIPerusahaan pengakutan laut plat merah ini baru-baru ini disemprot warga Kalibaru karena tidak peduli dengan jalan rusak di wilayahnya

BACA JUGA: Jakarta Segera Punya Bendungan Raksasa

Mereka menolak rencana Pemprov DKI
"Kita menolak rencana Pemprov DKI yang membatasi operasional kendaraan," ujar Humas PT Pelindo II, Hambar Wiyadi, kemarin (7/2).

Dia beralasan, hal itu akan mengganggu proses bongkar muat kapal

BACA JUGA: Pelebaran Jalur Busway Mangkrak

Serta berpotensi membuat penumpukan barang
Namun saat disinggung, bukankah saat ini tengah dibuat jalur kereta api dari Tanjung-Priok ke Cikarang Dry Port (CDP), untuk peti kemas, Hambar mengaku hal itu masih lama

BACA JUGA: Wagub Jabar Mulung Sampah di Ciliwung

Demikian pula dengan pembangunan jalan tol Tanjung Priok-Cikarang.

Adapun pembangunan CDP di Kabupaten Bekasi, saat ini ketanya telah beroperasi, yang dimaksudkan untuk mengurai penumpukan kontainer di Tanjung Priok"Kalau mau, dioperasikan saja pintu tol di SemperBiar arus barang lancar," kata dia.

Menurut dia, volume barang dari Pelabuhan Tanjung Priok, sekitar 4,6 juta ton perhariSebanyak 60 persen barang, merupakan angkutan langsung, seperti beras dan batu bara"30 persen yang di pelabuhan dan sisanya disimpan di gudang," terangnya.

Hambar menambahkan, telah melihat surat dari Pemprov DKIDasar pembatasan operasional, kendaraan angkutan barang, angkutan barang khusus dan berat, karena kecepatan lambat, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintasTingkat okupasi penggunaan di seluruh jalan arteri, termasuk tol dalam kota, hampir 31 sampai 40 persenSerta untuk meminimalisir kecelakaan.

"Pembatasan waktu yang direncanakan mulai pukul 06 sampai 22.00 WIBKita tolak, sebab pelabuhan kan saat ini buka 24 jam," pungkas Hambar.

Adapun Kasat Lantas Polres Jakarta Utara, Kompol Adhie Santika, belum tahu kapan pembatasan kendaraan dilakukanNamun yang jelas di kawasan Jakarta Utara, dalam waktu dekat katanya bakal dilakukan pemancangan tiang tol menuju CikarangIni diprediksi bisa menambah kemacetan.

Sementara itu, Ketua Unit Angkutan Khusus Pelabuhan, DKI Jakarta, juga mengaku keberatan dengan rencana pemdaDari 9.500 kendaraan, setidaknya ada 6.000 kendaraan yang setiap hari keluar masuk pelabuhan, dari 462 perusahaan"Kita sehari angkutan bisa satu ritKalau dibatasi, dua hari baru bisa satu ritUsul kita, diberlakukan saja jalan tol di Semper," pungkasnya(dai/ito/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Klinik Kesehatan Ludes Akibat Arus Pendek


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler