Pemain Gol Bunuh Diri, Eksekusi Penalti Aneh, Siap-siap Saja

Rabu, 02 Januari 2019 – 00:45 WIB
Vigit Waluyo. Foto: Boy Slamet/JAWA POS

jpnn.com, JAKARTA - Vigit Waluyo yang disebut-sebut sebagai salah seorang sosok sentral dalam dunia mafia sepak bola Indonesia menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo Jumat malam (28/12).

Vigit merupakan tersangka kasus korupsi PDAM Sidoarjo yang merugikan negara Rp 3 miliar. Vigit buron sejak Juli 2018 setelah kasusnya divonis oleh Mahkamah Agung dalam tingkat kasasi

BACA JUGA: Diincar Komdis PSSI, Vigit Waluyo Menyerahkan Diri ke Kejari

Penyerahan diri Vigit diungkapkan Kepala Kejari Sidoarjo Budi Handaka dalam konferensi pers kemarin (31/12). Menurut Budi, Vigit ditemani keluarganya saat menyerahkan diri pada Jumat sekitar pukul 20.00.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, mantan manajer Deltras Sidaorjo itu langsung mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I-A Sidoarjo. ”Saat ini sudah dimasukkan ke Lapas Delta,” ungkap Budi kepada media.

BACA JUGA: Mengapa Johar Lin Eng Tidak Langsung Dipecat Saja? Heran deh

Bisa jadi, jika Satgas Antimafia Bola melakukan pemeriksaan terhadap Vigit, banyak informasi baru yang didapat. Termasuk siapa saja yang selama ini ikut bermain dan terlibat. Sebab, nama mertua mantan pemain Persebaya Danilo Fernando itu diduga kuat tahu banyak soal ”dunia hitam” sepak bola tanah air.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan, tidak tertutup kemungkinan penetapan pidana dilakukan kepada Vigit Waluyo. Tentunya bila ditemukan bukti yang kuat. ”Harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tuturnya saat ditemui di kantor Divhumas Polri, Senin (31/12).

BACA JUGA: Pengirim dan Penerima Uang dari Mbah Putih Bakal Ketahuan

Kasus yang akan menjerat Vigit bisa saja merembet pada laporan yang telah diterima satgas melalui call center mereka. Tercatat sudah ada 240 laporan dugaan match fixing yang masuk. Dari semua laporan itu, setelah dipilah-pilah, terdapat 47 laporan yang layak untuk ditindaklanjuti. ”Ini sedang kami dalami,” tuturnya.

Perinciannya, 27 laporan soal pengurus klub, 6 laporan terkait kinerja wasit, 7 laporan terkait pertandingan janggal, 3 laporan terkait pemain yang aneh, dan 4 laporan umum.

”Makanya beberapa waktu lalu ada pemeriksaan terhadap Sekjen PSSI (Ratu Tisha Destria) untuk memberikan data pertandingan. Kemudian, dikroscek pada pertandingan yang aneh-aneh ini,” ungkapnya.

Menurut Dedi, yang akan ditindak bukan hanya anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih yang ketahuan menerima suap. Tapi, juga pemain-pemain yang terlihat janggal ketika bermain di lapangan selama kompetisi berlangsung.

Pemain yang sengaja melakukan gol bunuh diri misalnya. Atau dengan sengaja gagal melakukan eksekusi penalti dari titik putih. ”Yang jelas, semua elemen pasti diselidiki,” katanya.

Dedi Prasetyo juga berkomentar soal klarifikasi oleh sejumlah pemain timnas pada ajang Piala AFF 2010. Pemain timnas datang ke Polda Metro Jaya untuk mengklarifikasi bahwa permainan berjalan fair.

Namun, hal tersebut masih versi pemain. Satgas akan mendalami kejadian sebenarnya. ”Kan ini juga viral. Informasinya sebaiknya berupa data. Jangan hanya katanya,” tuturnya.

Untuk itu, akan dilakukan kroscek antara keterangan dari pemain dan sejumlah pihak yang mengetahui pertandingan Piala AFF 2010 tersebut. ”Proses masih panjang ya,” papar mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu. (idr/han/nap/saf/c6/ali)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasus Pengaturan Skor Tambah Lagi, Ini Terbaru


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler