Pembalap Nasional Dibogem Oknum TNI AU Sampai Masuk Parit

Minggu, 04 Juni 2017 – 07:54 WIB
Korban. Ilustrasi Foto: pixabay

jpnn.com, KOTAWARINGIN BARAT - Gian Carlo Fiesta (18) menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oknum TNI AU, Rabu (31/5).

Pembalap grass track tingkat nasional itu bersama ayahnya, Freddy dipukul hingga terjatuh.

BACA JUGA: DPR Pernah Persoalkan Alasan TNI Beli AgustaWestland 101

Gian Carlo sempat masuk parit saking kerasnya pukulan yang diterima.

Peristiwa itu terjadi di depan SMPN 7 Arsel sekitar pukul 18:30 WIB.

BACA JUGA: Hmmm... TNI AU Beli Helikopter, Negara Rugi Rp 220 Miliar

Freddy yang juga Ketua Korwil Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kotawaringin Barat mengungkapkan, setelah latihan grass track di Pangkalan Lada, dia bersama Gian dan temannya pulang ke arah Desa Pasir Panjang mengendarai mobil.

Setibanya di Jalan Iskandar, secara bersamaan ada mobil berwarna merah di depan kendaraan mereka.

BACA JUGA: Detik-detik Pasukan Khusus Itu Ambil Pisau Komando, Lantas…

”Awalnya tidak ada masalah. Saat kami mau salip, justru mobil itu tidak mengasih jalan," ujar Freddy, Jumat (2/6).

Saat hendak disalip, lanjut Freddy, mobil itu seolah tidak memberi jalan.

”Sampai di Bundaran Pancasila, saya coba ambil ke kanan untuk menyalip, tapi dihalangi lagi. Justru tepat di bundaran, mobil saya langsung diadang. Teman saya di dalam mobil bilang itu anggota dan minta tak ditanggapi. Kemudian saya terus saja menuju ke rumah," ujar Freddy.

Ternyata, oknum TNI AU itu terus membuntuti Freddy. Ketika Freddy berhenti di depan SMPN 7 Arsel dan berniat menurunkan temannya, mobil yang dinaiki oknum TNI AU itu juga setop.

”Dua orang dengan rambut cepak sambil memegang handy talky, langsung menghampiri saya dan memaki-maki saya. Sempat bicara di HT memerintahkan anggotanya menuju TKP karena ada tawuran," ungkapnya.

Saat itulah, lanjut Freddy, terjadi saling dorong. Saat dia akan dipukul oknum TNI AU tersebut, Gian Carlo mencoba melerai.

Namun, justru anaknya menjadi korban pertama.

”Anak saya dipukul mukanya hingga terjatuh ke parit, baru setelah itu saya dipukul pipi kiri hingga penglihatan saya sempat gelap," ujarnya.

Tak berselang lama, Komandan Lanud Iskandar Pangkalan Bun Letkol Pnb Ucok Enrico Hutadjulu tiba di lokasi dan memerintahkan anak buahnya kembali ke markas.

”Saat itu komandannya sendiri yang sempat membantu saya berdiri, tapi karena gelap saya tidak tahu kalau itu Danlanud," ujarnya.

Usai kejadian, Freddy bersama Gian langsung menuju ke Polsek Arsel untuk melaporkan penganiayaan tersebut.

Setelah itu, Freddy menuju POM AU untuk melapor. Namun, dia merasa POM AU menyudutkannya.

Karena itu, dia mengurungkan niatnya melaporkan kejadian tersebut.

Dia menambahkan, oknum TNI AU berpangkat mayor tersebut justru mengintimidasi dan mengancam keluarga Freddy yang menunggu di luar kantor POM AU.

Sementara itu, Komandan Lanud Iskandar Pangkalan Bun Letkol Pnb Ucok Enrico Hutadjulu membenarkan penganiayaan tersebut.

”Ini coba saya mediasi. Oknum tersebut juga pasti kami tindak. Nanti kami gelar konferensi pers," pungkasnya. (jok/ign)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Innalillahi, Prajurit Paskhas Diduga Tewas di Tangan Tiga Perwira Seniornya


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler