Pembatasan Motor di MH Thamrin-Harmoni Bakal Ganggu Mobilitas Warga

Angkutan Umum Belum Siap

Minggu, 16 November 2014 – 08:58 WIB

jpnn.com - GAMBIR – Dua minggu lagi larangan motor melintas di Jalan M.H. Thamrin hingga Harmoni resmi berlaku. Namun, sejumlah pihak masih mempertanyakan kesiapan angkutan umum sebagai alternatif bagi pengendara motor.

Pengamat transportasi Darmaningtyas menjelaskan, larangan motor melintas di jalur protokol harus dikaji secara matang. Dukungan angkutan umum mutlak perlu dipersiapkan terlebih dahulu.

BACA JUGA: Ahok, Gubernur Etnis Tionghoa Kedua

”Jangan sampai mobilitas warga terhambat karena angkutan umum belum siap,” ujarnya tadi malam. Dia lantas menyoroti beberapa problem angkutan umum saat ini. Misalnya, busway di dua lajur jalan yang belum siap. Lalu, 46 unit bus DAMRI yang beroperasi di koridor satu kurang memadai.

Menurut dia, harus ada armada tambahan yang disiapkan dalam waktu dua pekan ke depan. Sebab, pemprov harus mengantisipasi melonjaknya jumlah warga yang berpindah dari motor ke bus. ”Sukses atau gagalnya kebijakan itu bergantung pada kesiapan armada bus umum yang layak,” ujarnya.

BACA JUGA: Kericuhan Warnai Penertiban Waduk Ria Rio

Dia mengusulkan agar bus angkutan malam hari (Amari) dan sebagian bus asal Tiongkok dioperasikan di koridor satu. Tambahan bus tersebut akan mem-back up pengendara motor yang pindah ke angkutan umum. ”Supaya tidak ada warga yang dirugikan,” ujarnya.

Kebijakan itu, kata dia, seharusnya sudah dipersiapkan secara matang. Dishub tidak boleh hanya berfokus di Jalan Thamrin dan Harmoni. Dishub harus punya skenario terburuk, misalnya, pengguna motor tidak mau pindah ke bus. ”Artinya, jalan-jalan di belakang gedung sepanjang Thamrin sampai Harmoni itu akan macet, kendaraan menumpuk. Itu nggak bisa dihindari,” tuturnya.

BACA JUGA: Siapkan Paripurna Tandingan, KMP Bantah Halangi Ahok jadi Gubernur

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola (UP) Transjakarta Pargaulan Butarbutar belum memiliki skenario pengalihan fungsi bus Amari dan bus asal Tiongkok. Dia mengatakan, 46 unit bus DAMRI dan 5 unit bus tingkat sudah cukup untuk mem-back up penumpang yang beralih dari motor.

”Mobilnya sudah cukup banyak. Kalau yang nggak mau naik bus kan masih bisa lewat jalan-jalan belakang,” ujarnya. Dia menjelaskan, satu bus single mampu mengangkut 170 orang. Artinya, bila 170 orang pengguna motor naik bus, kemacetan dan kecelakaan bisa diminimalkan. (bad/c10/oni)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wali Kota Ingin Penghematan, DPRD Malah Pelesiran


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler