Pemberian Beasiswa Mampu Tingkatkan Pendidikan

Minggu, 11 Mei 2014 – 08:18 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Kebijakan nasional di bidang pendidikan yang mengalokasikan anggaran 20 persen dari APBN belum berbanding lurus dengan kualitas. Pasalnya, jika dibandingkan dengan negara maju, Indonesia masih jauh tertinggal.

“Harus diakui bila dibandingkan dengan negara lain, pendidikan kita masih tertinggal, tidak usah melihat negara-negara maju, dengan negara tetangga saja pendidikan kita masih di belakang,” ucap Ketua Asosiasi Dosen Indonesia Saleh Partaonan Daulay kepada INDOPOS (Grup JPNN.com), Jakarta, Sabtu (10/5).

BACA JUGA: Guru Keluhkan Pungutan Liar Urus Sertifikasi

Dia mengatakan pemerintah perlu meningkatkan pemberian beasiswa kepada staf pengajar dan mahasiswa berprestasi untuk mendapat pendidikan lanjutan ke universitas-universitas terkemuka di negara lain. Selain itu pemerintah tidak boleh ragu menghabiskan anggaran untuk beasiswa. “Sebab, pemberian beasiswa adalah investasi jangka panjang yang diyakini akan berhasil dalam waktu singkat,” imbuh Saleh.

Menurut Saleh, dengan memberikan kesempatan staf pengajar dan mahasiswa belajar pendidikan lanjutan di negara lain, ilmu yang mereka dapatkan dapat diterapkan di Indonesia setelah mereka kembali. “Hal semacam itu sudah dilakukan beberapa negara seperti negara tetangga Indonesia. Kalau negara tetangga bisa, mengapa kita tidak bisa?,” ujarnya.

BACA JUGA: Peringati Hardiknas, Nuh Jalan Sehat Akbar Bersama Pelajar di Sorong

Selain itu, anggaran pendidikan yang dialokasikan dalam APBN masih lebih banyak digunakan untuk membiayai rutinitas penyelenggaraan pendidikan. Belum terlihat adanya inovasi-inovasi baru dalam pengelolaan pendidikan. “Padahal, pendidikan adalah aset besar untuk mempercepat pembangunan di masa depan,” pungkas dia. (fdi)

BACA JUGA: Desak Usut Dugaan Siswa SD Dipaksa Ikut Unas SMP

BACA ARTIKEL LAINNYA... 900 Guru Terancam tak Dapat Tunjangan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler