Pembobol ATM Modus Tusuk Gigi Dibekuk

Sabtu, 27 Juni 2015 – 00:07 WIB

jpnn.com - MEDAN - Aksi kejahatan membobol ATM dengan modus menempelkan stiker bertuliskan nomor call center palsu kembali terjadi di Kota Medan.

Kali ini, dua dari tiga pelaku ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Delitua. Keduanya masing-masing Asmal Mandalito (36) asal Riau dan Antoni (23) asal Padang.

BACA JUGA: Dorrrr...Perampok Tewas Ditembak setelah Sabet Polisi Pakai Parang

Kedua pelaku diringkus polisi setelah ketangkap basah korbannya Dina Ria Elisabeth (25) di mesin ATM Bank Mandiri kawasan Jalan Jamin Ginting, Medan Selayang, persisnya Toko Mawar Bakery.

Menurut keterangan yang diperoleh Jumat (26/6), awalnya korban hendak mengambil uang di mesin ATM tersebut pada Kami (25/6) pagi. Namun, korban terkejut lantaran tak bisa mengambil. Pasalnya, kartu ATM korban tersangkut di mulut mesin karena tertahan tusuk gigi.

BACA JUGA: Dijanjikan Rp 2 Juta, TKI Coba Selundupkan 359 Gram Sabu dalam Anusnya

Seketika, korban pun panik. Lantaran kebingungan korban memilih menghubungi nomor call center palsu yang tertempel di mesin ATM tersebut. Saat dihubungi, korban diarahkan seorang pelaku untuk menyebutkan nomor PIN.

Ketika korban sedang sibuk menelepon di luar, rekan pelaku bernama Asmal masuk ke dalam dan berusaha mengambil kartu ATM yang tersangkut. Korban yang curiga melihat pelaku yang keluar tergesa-gesa, langsung menangkap basah.

BACA JUGA: Olala... Terlibat Cinta Terlarang dengan Paman, Remaja Ini pun Hamil Lima Bulan

Asmal pun tak bisa berkutik walau sempat mengelak. Asmal kemudian diserahkan kepada petugas satpam dan selanjutnya diamankan petugas Polsek Delitua.

Tak berhenti sampai disitu, petugas melakukan pengembangan hingga akhirnya menangkap Antoni dari kawasan Jalan Denai Gang Hidayah. Antoni ditangkap saat sedang mengkonsumsi sabu-sabu.

Dalam keterangan persnya Jumat (26/6) sore, Kapolresta Medan AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, dari kedua pelaku disita barang bukti 13 lembar kartu ATM, 17 stiker himbauan call center palsu, 11 batang tusuk gigi dan lainnya.

Mardiaz menyebut, pelaku merupakan pembobol ATM lintas provinsi. Aksi pelaku sudah keempat kalinya dan terakhir di Medan. Sebelumnya, pelaku sudah beraksi di Jambi, Pekanbaru dan Riau.

"Yang terakhir ini kebetulan ketangkap basah, sehingga belum menguras isi rekening korban. Namun, sebelumnya sudah berhasil mencapai Rp 20 juta," sebut Mardiaz.

Dikatakannya, hasil keterangan kedua tersangka sudah beraksi 6 bulan terakhir. "Saat ini kita sedang mengejar seorang rekannya Alfred (27) asal Pekanbaru yang masih buron," ujarnya.

Sementara itu, tersangka Asmal mengaku, sebelum beraksi terlebih dahulu memasukkan tusuk gigi ke dalam mulut mesin ATM. Selanjutnya, memasang stiker call center palsu di dekat mesin.

"Saya masukkan dulu lidi ke ATM. Lalu saya tempel stiker di dekat mesin ATM. Jadi, ketika kartu ATM tersangkut, secara otomatis menghubungi nomor call center tersebut," ujarnya.

Asmal juga mengaku, ketika korban menghubungi nomor itu lalu diarahkan untuk menyebutkan nomor PIN. (ris)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sekeluarga Siksa Pemuda, Korban Diikat dan Kepala Dibungkus Kresek


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler