Pembunuhan Dua Anak Letkol TNI Masih Misteri

Selasa, 24 Juni 2014 – 19:58 WIB
KENANGAN: Aura (kiri) dan Praja (kanan) mengapit ayah, ibu, dan adiknya. (Jawa Pos Radar Solo)

jpnn.com - BANDUNG – Pembunuhan dua anak perwira TNI di rumah kompleks tentara di Bandung, Jawa Barat masih misteri. Aparat setempat masih menunggu hasil pemeriksaan darah di Laboratorium Forensik Mabes Polri.Wakapolda Jabar Brigjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, penyelidik saat ini masih mengusut kasus dugaan pembunuhan tersebut. 

”Dugaan kami memang terjadi pembunuhan,” ujar Rycko di Bandung Senin (23/6).

BACA JUGA: Rumah Dikepung, Nyali Bandar Narkoba Ciut

Rycko menjelaskan, penyelidikan kasus ini benar-benar memerlukan waktu. ”Secara ilmiah, ini untuk mengungkap apa yang sesungguhnya terjadi di dalam. Seperti memeriksa TKP, sidik jari, puntung rokok, dan linggis yang ada darahnya. Nantinya akan menjadi satu kesimpulan siapa yang bertanggung jawab secara pidana mengenai kejadian ini,” katanya.

Seperti diwartakan, R. Mahesa Praja Pratama, 17, R. Aura, 13, putra dan putri Kasiop Korem 074/Kwarastratama, Surakarta, Jawa Tengah Letkol Inf R. Rudi Martiandi D., ditemukan tewas mengenaskan pada Minggu (22/6). Keduanya meregang nyawa dengan tubuh penuh bekas penganiayaan di rumah kompleks militer Jalan Gudang Utara Nomor 18, Kota Bandung. 

BACA JUGA: Tiga Bos Grup Cipaganti Ditahan

Ya, Sebelum pindah tugas ke Solo, Rudi bertugas di Bandung.

Radar Bandung (Jawa Pos Group) melaporkan, Praja dan Aura tinggal di Bandung bersama Acim, pembantu rumah tangga. Pria yang sehari-hari bertugas menjaga rumah itu juga ditemukan tewas dengan tali di leher.

BACA JUGA: Menangis Usai Disetubuhi, Siswi SMA Batal Digilir

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi mengatakan, hasil laboratorium baru diketahui dalam dua hingga tiga hari mendatang. Ada dugaan Acim tewas bunuh diri karena sama sekali tidak ada bekas penganiayaan kecuali tali yang menjerat di leher. Namun, Mashudi enggan berspekulasi terhadap penyebab kematian pembantu rumah tangga yang oleh Praja dan Aura dipanggil om tersebut.

”Kalau kami bertindak berdasarkan asas praduga tak bersalah meski gambarannya seperti itu. Itu nanti dokter yang menentukan apa dia bunuh diri atau mati digantung,” katanya. (bal/sof/mas)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengacara Bantah Ikut Cabuli Siswi SMA


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler