Pemda Kaltim Berpeluang Garap Blok Mahakam

Jumat, 12 Agustus 2011 – 02:49 WIB

JAKARTA - Pemerintah Daerah Kalimantan Timur (Kaltim) berpeluang masuk dalam pengelolaan di Blok Mahakam lewat penyertaan modal (participating interest) di blok tersebutKepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) mengatakan, setiap Pemda memiliki peluang berpartisipasi dalam pengelolaan industri hulu migas yang beroperasi di wilayahnya

BACA JUGA: H-3 Lebaran, Puncak Konsumsi Premium



"Yang perlu diperhatikan adalah pembiayaannya karena industri migas butuh modal dan teknologi tinggi," ujar Priyono dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/8).

Ia menyarankan, jika daerah berminat terlibat dalam sektor hulu migas, sebaiknya pada wilayah kerja yang telah berproduksi, karena resikonya lebih kecil ketimbang terlibat sejak tahap eksplorasi
Untuk pembiayaan, pemerintah daerah dapat menggandeng perbankan nasional

BACA JUGA: Ibas Yakin Ketahanan Ekonomi RI Stabil

Harapannya, multiplier effect yang dihasilkan akan lebih besar.

Hanya, jangan sampai upaya keterlibatan daerah mengganggu iklim investasi
"Modal asing tetap diperlukan mengingat resiko sektor hulu migas sangat tinggi," katanya.

Sementara Gubernur Kaltim, Awang Faroek mengatakan, pihaknya akan mengikuti aturan-aturan yang berlaku terkait rencana penyertaan modal di Blok Mahakam yang habis kontraknya pada 2017 mendatang

BACA JUGA: Jaringan Gas Dimulai, Tagihan Lebih Murah

"Kami juga akan bekerja secara profesional," ucapnya.

Saat ini, telah dibentuk badan usaha milik daerah untuk menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait"Dukungan BPMIGAS diperlukan untuk meyakinkan pemerintah pusat," jelas Awang yang juga Ketua Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas (FKDPM).

Menurutnya, FKDPM memiliki komitmen untuk memberi dukungan dan fasilitasi penuh kepada kontraktor migasPasalnya, daerah juga berkepentingan menjaga iklim investasi"Kami akan berusaha membantu ketika ada kendala dengan masyarakat," ujarnya.

Ia berharap program pengembangan masyarakat yang dilakukan kontraktor dapat melibatkan pemerintah daerah sejak awalDiharapkan ada sinergi antara program pemerintah dengan kegiatan yang akan dilakukan kontraktor.

Masyarakat, katanya, harus merasakan kehadiran industri migasJangan sampai ada daerah penghasil migas tapi krisis listrik"Kebutuhan domestik, khususnya listrik di Kaltim harus mendapat prioritas," kata Awang.

Blok Mahakam merupakan ladang strategis yang dikelola oleh Total EP Indonesie sejak 31 Maret 1967Kontraknya seharusnya habis pada 1997, namun diperpanjang sekali lagi untuk 20 tahun sampai 2017 mendatang

Total bertindak sebagai operator di blok yang berkontribusi 35 persen produksi gas nasional dengan tingkat 3.200 juta kaki kubik per hari (MMSCFD)Blok Mahakam juga diperkirakan masih memiliki sebanyak 11,7 persen cadangan terbukti gas nasional atau 12,7 triliun kaki kubik (TCF) Selain Pemda Kaltim, PT Pertamina juga berminat mengambil alih operatorship di wilayah tersebutPerusahaan migas pelat merah itu sudah mengajukan rencana akuisisi 51 persen hak partisipasi Blok Mahakam kepada Kementerian ESDM(lum)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lebaran, BBM - Listrik Aman


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler