Pemerintah Diminta Jangan Main-main dengan Nyawa Rakyat

Senin, 09 Agustus 2021 – 23:54 WIB
Dirjen Imigrasi jelaskan alasan 34 TKA China bisa masuk ke Indonesia pada masa PPKM. Ilustrasi. (ANTARA/Ardika)

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra meminta pemerintah tidak main-main di dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Pasalnya, urusan penanggulangan virus SARS-Cov-2 berkaitan erat dengan nyawa masyarakat.

Herzaky mengatakan itu menyusul masuknya 34 tenaga kerja asing (TKA) berpaspor China ke Indonesia pada saat penerapan PPKM berlevel, Sabtu (7/8).

BACA JUGA: 34 TKA China Masuk Indonesia, Demokrat Tuding Pemerintah Mendiskriminasi Rakyat Sendiri

"Pemerintah jangan main-main dengan nyawa rakyat," kata Herzaky dalam keterangan persnya, Senin (9/8).

Alumnus Universitas Indonesia itu menuturkan, penularan masif yang terjadi selama dua bulan terakhir di Indonesia akibat masuknya varian baru Covid-19 dari negara lain.

BACA JUGA: ICW Didesak Minta Maaf ke Moeldoko, Bakal Dicatat Rakyat

"Dalam dua bulan terakhir, nyawa 50 ribuan rakyat Indonesia mesti hilang karena lemahnya antisipasi dan penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan Pemerintah atas merebaknya varian baru Covid-19," tutur dia.

Namun, kata Herzaky, pemerintah justru membiarkan para WNA masuk ke Indonesia dari negara episentrum Covid-19.

BACA JUGA: Waduh! Lima Wakil Rakyat Dugem saat PPKM, Ternyata Positif Narkoba

Pemerintah, katanya, seakan mau menutup mata akan fakta kalau Indonesia memiliki potensi kenaikan kasus dan munculnya varian baru seiring dengan masuknya TK.

"Apa pemerintah memang tidak pernah mau belajar dari kegagalan beberapa bulan ini?" tutur dia.

Selain itu, Herzaky menyinggung keadilan masyarakat yang tercabik dari masuknya TKA ke Indonesia pada saat PPKM. Sebab, rakyat Indonesia pada saat bersamaan terbatas bergerak selama PPKM.

"Pemerintah begitu tegas dalam membatasi pergerakan masyarakat selama PPKM. Bahkan, ada masyarakat yang didenda dan dipidanakan. Namun, sama sekali belum menunjukkan ketegasan dalam melarang WNA masuk ke Indonesia," tuturnya. (ast/jpnn)


Redaktur : Adil
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler