Pemerintah Diminta Pastikan Kondisi Pangan Masyarakat Indonesia

Senin, 22 Februari 2021 – 21:42 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin dari Fraksi PKS. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan II, Andi Akmal Pasluddin mengatakan pemerintah perlu mengadakan program khusus untuk mendata kondisi masyarakat secara akurat terkait kondisi pangan di daerah pelosok dan pinggiran.

Menurut Akmal, kabar hasil beberapa riset dunia yang menempatkan Indonesia sebagai negara yang rendah tingkat ketahanan pangannya sangat memprihatinkan. Bahkan Indonesia ditempatkan lebih rendah dari Zimbabwe dan Ethiopia pada persoalan Ketahanan Makanan.

BACA JUGA: Indeks Pangan Indonesia Buruk, Hidayat Nur Wahid Siapkan RUU Bank Makanan

“Ini sebagai masukan pada sensus penduduk yang dilakukan pada tahun 2020 dengan metode online karena kendala pandemi. Bahwa hasil sensus ini sangat bias dan hanya menggambarkan kondisi yang sangat terbatas. Negara tidak akan dapat mengandalkan banyak hal dari sensus 2020 kecuali hanya jumlah penduduk saja,” tutur Akmal.

Politikus PKS ini mengatakan, harus ada program pendataan tiap kabupaten dan kota yang akurat dengan menangkap semua data penduduk termasuk kondisi ekonomi, kesehatan dan pendidikannya. Sehingga kita punya data sendiri yang akurat sebagai pembanding yang pada saat ini Indonesia memiliki Prestasi buruk pada skor indeks kelaparan global.

BACA JUGA: Rektor IPB: Indeks Ketahanan Pangan Indonesia Lebih Tinggi Dibanding Ethiopia, Filipina dan Pakistan

Berdasarkan Global Hunger Index, poin Indonesia adalah 19,1. Hampir sama dengan Filipina sebesar 19. Dengan nilai tersebut, Tanah Air berada di level kelaparan yang sangat serius.

Meski data ini masih diperdebatkan, dimana prestasi bagi sektor pertanian Indonesia tergolong meningkat sejak tahun 2016, namun pembuktiannya sangat lemah.

BACA JUGA: Andi Akmal Dorong Kemajuan Bandara Arung Palaka Untuk Menggaet Investor ke Bone

“Negara kita harus memastikan tingkat kelaparan dan angka stunting yang ada pada penduduk kita berkurang drastic,” tegas Akmal.

Menurut Akmal, karena hal ini akan sangat mempengaruhi pada kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia di masa datang. Menghadapi persaingan global dan pembukaan pasar di dunia Internasional kita, Hukum Rimba Dunia akan makin keras. Hanya manusia yang tangguh baik fisik maupun pikiran yang akan bertahan kuat menghadapi interaksi antar Negara.

Menurut Andi Akmal, pemerintah perlu membuktikan secara akurat, dimana Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atals (FSVA) menyebutkan jumlah kabupaten/kota yang rentan rawan pangan mengalami penurunan dari 76 kabupaten/ kota pada 2019 menjadi 70 kabupaten/kota di 2020.

“Akan tetapi lebih baik bahwa penurunan rentan pangan negara kita dihapuskan sehingga Indonesia layak di sebut negara yang sejahtera,” ujar Andi Akmal.(fri/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler