Pemerintah Harap HKN Jadi Momentum Bangkit dari Keterpurukan Akibat Pandemi

Jumat, 12 November 2021 – 22:36 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

jpnn.com, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah dr Reisa Broto Asmoro mengharapkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-57 menjadi momentum penyemangat bagi pegiat sektor kesehatan, agar Indonesia terus bangkit dari keterpurukan seusai masa darurat Covid-19.

“Tema Hari Kesehatan Nasional yang Sehat Negeriku, Tumbuh Indonesiaku juga kita maknai sebagai tujuan dari kerja keras bersama kita selama ini,” ujar Reisa di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (12/11).

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru itu lantas menceritakan beberapa kisah inspiratif, seperti cerita kerja keras Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar bersama beberapa pihak melalui masa-masa kritis dengan menekan sebanyak mungkin korban.

BACA JUGA: Wow, Banyak Banget Nih yang Gugat Pemerintah Terkait Pinjol

"RS Saiful Anwar mengubah sebuah gedung yang disebut paviliun sebagai tempat pelayanan terpadu Covid-19,” ungkap Reisa.

Kisah lain berasal dari warga RW 12, Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Reisa menceritakan bahwa desa tersebut menjadi kampung tangguh yang diberdayakan oleh Polda Jawa Timur dan Kodam Brawijaya untuk membuka akses dan jejaring komunikasi ke berbagai pihak.

BACA JUGA: Dinilai Mencari-cari Kesalahan Proyek Formula E, KPK Dikritik

“Pada saat puncak kasus terjadi di Juli 2021 lalu, pimpinan RW mudah mengakses ambulans, rumah sakit, bahkan informasi dan berita-berita akurat dari pemerintah pusat,” ujar Reisa.

Reisa juga menjelaskan perjuangan kampung tangguh dan pelayanan rumah sakit yang direformasi menjadi sangat cepat dan tanggap kepada pasien dan keluarga, dirasakan oleh masyarakat.

BACA JUGA: Jokowi, Puan Maharani, hingga OJK Digugat ke Pengadilan 

Salah satunya, dirasakan oleh seorang pria usia lanjut penyintas Covid-19 yang tinggal sendiri dan dia dibantu oleh banyak warga, tenaga kesehatan, serta kenalan dan kerabat dekatnya.

"Pelayanan rumah sakit yang berfokus pada kenyamanan dan keselamatan pasien, bahkan masih dirasakan oleh bapak yang saat ini masih menempuh terapi untuk menghadapi sindrom pascacovid,” tuturnya.

Reisa mengungkapkan Kementerian Kesehatan saat ini tengah bersiap melakukan transformasi sistem kesehatan yang berfokus pada enam bidang yaitu transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan. (tan/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler