JAKARTA - Pemerintah hingga kemarin (13/4) masih menggunakan opsi negoisasi yang lebih mengutamakan keselamatan awak kapal"Itu (operasi militer, Red) tanpa izin pemerintah Somalia kalau perlu, kita lakukan," tegas Menko Polhukam Djoko Suyanto di Kantor Presiden, kemarin (13/4)
BACA JUGA: Jepang Stop Pembangkit Nuklir Baru
"Tapi apakah itu jadi opsi kita satu-satunya? Kan opsi kita utamakan menyelamatkan (awak kapal)," sambungnya.
Djoko kembali menyinggung beberapa kasus pembajakan yang diselesaikan dengan operasi militer
Mantan Panglima TNI itu mengungkapkan, opsi negoisasi hingga saat ini masih terus berjalan
BACA JUGA: Perompak Takluk Dalam 10 Menit
Bahkan Djoko menyebut sudah menuju titik yang akan disepakatiBACA JUGA: Mahfud: Negara Harus Segera Bertindak
Nominal uang tebusan yang sering berubah-ubah juga menjadi kendala.Saat ini, lanjut dia, yang sedang dimatangkan, baik dari pemerintah, pemilik kapal, dan pihak pembajak adalah mekanisme berikutnya"Men-delivery-nya bagaimana, kepada siapa, contact personnyaKemudian juga jalurnya bagaimanaKan ini tidak sedikit, jadi proses itu yang sedang kita jalankan dan matangkan," papar Djoko.
Komunikasi dengan perompak, menurutnya, terus dilakukan oleh pemilik kapalDjoko mengakui ada keterlibatan agen-agen dari negara lain, seperti Ingggris, Singapura, dan Amerika"Ada banyakKita kontak-kontak, kita cari yang paling pas," jelasnya(fal/rdl/ zul/gen)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Radiasi Nuklir Jepang Meluas, Indonesia Masih Aman
Redaktur : Tim Redaksi