Pemerintah Seperti sedang Mengadu Domba Ulama

Minggu, 20 Mei 2018 – 19:50 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago meniai langkah Kementerian Agama merilis daftar 200 mubalig yang dikategorikan baik, terkesan mengadu domba dan itu tidak menguntungkan secara politik bagi pemerintahan Joko Widodo.

"Pemerintah sedang membangkitkan kebencian dan upaya mengotak-kotakkan antara ulama yang moderat dengan ulama tidak moderat. Ini terkesan upaya adu domba. Apalagi dirilis dan klaim menurut penilaian sepihak pemerintah," ucap Pangi saat dikonfirmasi, Minggu (20/5).

BACA JUGA: Habib Novel Sebut Menag Lukman Tak Disukai Umat

Secara politik, langkah itu sangat disayangkan. Apalagi baru diumumkan saja kebijakan tersebut sudah menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Akibatnya bangsa ini akan terus bersitegang, dan perang urat saraf.

Dia pun berharap isu ini tidak melebar pada kubu-kubuan antarmubalig yang pro dan kontra pemerintah. Bila itu yang terjadi maka membahayakan bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

BACA JUGA: Sejumlah Ulama Minta Dicoret dari Daftar 200 Mubalig Kemenag

"Janganlah Kemenag mengotak-kotakkan seperti itu. Negara ini sudah tinggi tensi politiknya maka bisa memantik api konflik," harap Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini.

Pangi membaca ada aroma politik di balik rilis nama-nama mubalig oleh kementerian yang dipimpin Lukman Hakim Saifuddin. Apalagi menjelang tahun politik 2019, hal ini bisa memperkeruh suasana perpolitikan nasional.

BACA JUGA: Habib Novel: Itu Mubalig Pembela Penguasa

"Jangan sampailah ulama dan mubalig dijadikan sebagai komoditas politik dalam rangka mendulang elektoral demi kepentingan pilpres," harapnya. (fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Apakah yang di Luar Daftar 200 Mubalig Tak Boleh Tablig?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler