Pemilu Malaysia: Generasi Muda Diam-Diam Dukung Mahathir

Minggu, 06 Mei 2018 – 19:46 WIB
Tokoh Malaysia Najib Razak (kiri) dan Mahathir Mohamad. Foto: Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Banyak pemilih pemula yang terdaftar pada Pilihan Raya Umum (PRU) Ke-14 yang belum merasakan kepemimpinan Mahathir Mohamad. Usia pemilih pemula di Malaysia adalah 21 tahun. Di akhir kepemimpinan Mahathir, mereka masih anak-anak. Belum paham masalah politik yang terjadi pada masa itu.

Namun, hal tersebut tidak menyebabkan pemilih pemula memandang sebelah mata kepada Mahathir. Sebaliknya, sebagian besar justru mendukung lelaki kelahiran Alor Setar itu.

BACA JUGA: Pemilu Malaysia: Milenial yang Sia-siakan Potensi

Salah satu alasan mereka mendukung Mahathir adalah kondisi perekonomian di Malaysia yang tidak bagus. Mereka sangat merasakan kurs nilai mata uang di Malaysia yang tidak sebagus dulu. Selain itu, generasi muda sangat tertarik dengan janji Mahathir untuk menghapus cukai.

Liew Mei Yee, 23, mahasiswa Fakultas Hubungan Internasional Universitas Utara Malaysia, membandingkan masa kepemimpinan Najib Razak dengan Mahathir.

BACA JUGA: Pemilu Malaysia: 2,5 Juta Siluman Masuk Daftar Pemilih

Dia melihat, pembangunan di era Mahathir sangat jelas. Salah satunya Menara Kembar Petronas. ”Hasil itu masih terlihat sampai sekarang,’’ katanya kepada Jawa Pos.

Mahathir juga melakukan pembangunan besar-besaran di wilayah Kedah. Liew menilai, yang dilakukan Mahathir sudah diketahui generasi muda saat ini.

BACA JUGA: Pemilu Malaysia: Mahathir Diragukan Orang Kampung Sendiri

Meski, dia juga paham bahwa sistem kepemimpinan yang digunakan diktator. ”Itu kelemahan yang tertutupi dengan pembangunan di era kepemipinannya,’’ ujar dia.

Sikap dan dukungan generasi kampus di Kedah tidak terlihat jelas. Sebab, intervensi pemerintah sangat kuat. Banyak mahasiswa yang tidak berani terang-terangan menyatakan dukungan kepada oposisi.

Intervensi itu juga berlaku bagi akademisi kampus. Mustafa Muslim, mahasiswa dari fakultas teknik, mengatakan bahwa semua orang tahu bahwa sebagian besar generasi muda apatis terhadap kepemimpinan Najib Razak.

Namun, mereka tak berani muncul. ”Sebab, hingga saat ini Barisan Nasional masih berkuasa, kami bisa dianggap membangkang pemerintah,’’ ujarnya

Mustafa sepakat, perekonomian Malaysia mengalami penurunan di era Najib Razak. Berbeda dengan Mahathir yang mampu membawa Malaysia dipandang negara lain.

Intervensi itulah yang menjadikan sebagian besar warga di Kedah dan sekitarnya ragu Mahathir mampu memenangi PRU kali ini. Itu bisa dilihat dari kondisi yang terjadi di sekitar Kedah.

Bendera oposisi maupun poster Mahathir tidak ada. Semua dikuasai Barisan Nasional. Selain itu, masih banyak warga yang menjadi loyalis partai. Artinya, mereka tetap mendukung Barisan Nasional.

”Sebab, banyak yang belum paham, Mahathir sudah keluar dari pendukung pemerintah,’’ ujarnya.

Kelompok itu merupakan generasi di atas usia 45 tahun. Mereka memilih atas dasar partai, bukan personal. Karena itu, peluang Mahathir di Kedah dirasa cukup kecil.

”Mereka tidak melihat posisi Mahathir saat sekarang,’’ imbuh Mustafa. (riq/c10/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... JK Sebut Narkoba Selalu Intai Generasi Muda


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler