Pemkot Mandul Tindak THM, Polisi Curiga

Rabu, 29 Juni 2011 – 11:21 WIB

BOGOR - Kepolisian Resor Bogor Kota mempertanyakan lambannya langkah Pemkot Bogor dalam menyikapi karut-marut keberadaan tempat hiburan malam (THM)Meski telah dilakukan sidak beberapa kali, namun belum ada tindakan nyata serta koordinasi dengan pihak kepolisian

BACA JUGA: Kafe Lesbi Terancam Disegel



“Kami sudah sering menegur THM yang melanggar jam operasi
Tapi kewenangan untuk menindak dan menerapkan sanksi-sanksi ada di pemkot atau dinas terkait

BACA JUGA: 586 Bilboard Dirobohkan Paksa

Sampai saat ini belum ada ajakan koordinasi yang komprehensif dari pemkot kepada kami
Ada apa ini?” tegas Kapolres Bogor Kota, AKBP Hilman kepada Radar Bogor (Group JPNN)

BACA JUGA: 47 Minimarket Tanpa Izin



Hilman mengatakan, pihaknya kini menunggu iktikad baik dari pemkot untuk berkoordinasi menyelesaikan karut-marut THMNamun, sambung dia, koordinasi tidak boleh dilakukan secara sektoral atau hanya dinas yang berkepentinganMulai dari kesbangpol, satpol PP, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan beberapa SKPD terkait lainnya harus duduk bersama dan mencari solusi yang tepat“Kami menunggu adanya koordinasi untuk bisa segera melakukan evaluasi terkait THM ini,” terangnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bogor, Sopian mengutarakan kekecewaannya mengingat sidak dewan ke THM berdasarkan pengaduan masyarakat dinilai sia-sia“Untuk apa ada legislatif kalau beginiKami sudah bergerak, tapi tidak ada respons dari eksekutif,” kata diaPadahal, lanjut dia, sidak fraksi gabungan DPRD Kota Bogor, pemkot dan aparat kepolisian beberapa pekan lalu, menemukan berbagai pelanggaran terutama perizinan yang tidak sesuai dengan fungsinya.

Temuan-temuan tersebut telah dicatat dan diketahui pula oleh aparatur  pemkotNamun, ternyata tindaklanjut hasil temuan berjalan lamban, hingga hampir tiga pekan belum ada tindakan“Bahkan bisa dikatakan mandulSudah hampir tiga minggu tidak ada tindakan sanksi apap punBaik itu teguran tertulis apalagi sampai penyegelan sementara,” ketusnya.

Di sisi lain, berbagai komponen masyarakat termasuk ulama, mahasiswa, ormas atau LSM sudah sangat kecewa terhadap lemahnya aparatur Pemkot BogorMeski begitu, dewan mengaku terus mendesak pemkot agar segera bertindak tegas sehingga langkah yang telah dilakukan selama ini tidak dipandang sia-sia

“Kami setiap hari berteriak-teriak, bagai anjing menggonggong kafilah berlaluKami menduga penyebab kelambanan aparat tersebut karena tak ada sanksi tegas yang ditakuti oleh SKPD-SKPD terkait,” keluhnya.

Sopian menambahkan, lambannya tindakan dari pemda membuat langkah tegas aparat kepolisian terhambatMengingat, polisi tak bisa bertindak lebih jauh tanpa adanya koordinasi dengan dinas terkait“Saya rasa aparat kepolisian juga sudah gatal ingin bertindakTapi kalau pemdanya tidak ada koordinasi, langkah mereka jadi terhambat,” imbuhnya(ric)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Busway Bakal Tersambung Hingga Tangerang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler