Pemkot Ragu Dolly Bisa Ditutup Sebelum Ramadhan

Kamis, 20 Februari 2014 – 11:05 WIB

jpnn.com - MESKI berbagai cara sudah ditempuh Pemkot Surabaya untuk menutup lokalisasi Dolly, pemerintah daerah yang dipimpin Tri Rismaharini itu tak yakin bisa menutup Dolly sebelum Ramadan tahun ini. 

Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya Hendro Gunawan menyebut semua itu bergantung pada resistensi dari kebijakan pemkot untuk menutup Dolly. "Kuat atau tidaknya resistensi menjadi pertimbangan," paparnya. 

BACA JUGA: Kredit Lunak untuk PSK Bisa Ratusan Juta

Ya, beberapa terobosan memang sudah ditempuh Pemkot Surabaya untuk menghilangkan lokalisasi di sana. Misalnya membuat aturan wisma di sana tak boleh mendatangkan PSK baru dan wisma yang tutup dilarang buka kembali. Selain itu, pemkot menurunkan para pemuka agama untuk memberikan untuk memberikan siraman rohani kepada PSK dan mucikari. 

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan modal usaha kepada pekerja esek-esek di sana agar beralih usaha.

BACA JUGA: Kucurkan Kredit Lunak untuk Mucikari dan PSK

Pemkot juga berusaha secara maksimal agar lokalisasi terbesar di Surabaya itu segera beralih fungsi. "Berbagai rencana, seperti pembangunan pasar, akan terus berlanjut," katanya. 

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono mendukung upaya pemberian kredit. Tapi, ada problem yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Yakni, sebagian besar mucikari dan PSK itu bukan warga Surabaya. "Ini harus diberi solusi," paparnya. 

BACA JUGA: Dorong Provinsi Lampung Utara Cepat Terwujud

Kalau orang luar Surabaya, lanjut dia, sebaiknya yang memberikan kredit itu Pemprov Jatim atau pusat. Dengan demikian, tidak ada perbedaan fasilitas yang diterima setiap mucikari dan PSK. "Akan tidak baik jika kredit lunak hanya didapat oleh sebagian kecil," jelasnya. (idr/nw/mas)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wako Jamin Masuk Satpol PP tak Pakai Pelicin


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler