Pemkot Surabaya Lakukan Simulasi Besar-besaran Jelang PTM di Sekolah

Sabtu, 17 April 2021 – 17:16 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menjalankan simulasi pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 1 Surabaya. Foto: Humas Pemkot Surabaya

jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya bakal melakukan simulasi besar-besar terkait persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya diberlakukan pada Juli 2021.

Simulasi atau uji coba PTM akan ditingkatkan setelah Hari Raya Idulfitri untuk mengejar kesiapan siswa jenjang SD dan SMP untuk kembali ke sekolah.

BACA JUGA: KPAI Puji Kebijakan PTM Terbatas di DKI Jakarta 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan simulasi pembelajaran tatap muka diikuti 25 persen dari jumlah siswa dalam satu kelas. Sarana dan prasarana protokol kesehatan juga harus dipastikan siap.

“Ini bertahap, ya. Siswa-siswi yang ikut simulasi juga bergiliran. Kami selalu bersinergi dengan pemprov melihat arahannya seperti apa. Itu yang kami jalankan," ujar Eri pada Kamis (15/4).

BACA JUGA: Penganiaya Perawat di Palembang Mengaku Polisi, Faktanya, Oalah

Eri mengatakan untuk bisa menerapkan pembelajaran tatap muka, sekolah harus memenuhi aspek-aspek pencegahan penularan virus corona.

Dalam masa uji coba, Satgas Covid-19 bersama Dinas Pendidikan Kota Surabaya akan mengevaluasi jalannya protokol kesehatan di masing-masing sekolah.

BACA JUGA: MD Beri Pengakuan kepada Polisi, Kalapas Kendari Bilang Tidak Masuk Akal

“Ya, seperti ada tempat cuci tangan, mengenakan masker itu tetap diwajibkan. Kemudian kami lakukan terus pemantauan dan evaluasi tiap sepekan untuk memantau perkembangannya," ujar Eri.

Mantan kepala Bapekko itu optimistis pembelajaran tatap muka benar-benar bisa dilaksanakan. Pasalnya, para guru dan tenaga kependidikan lainnya telah tuntas divaksinasi.

"Satu hal yang dikhawatirkan mengenai pembelajaran tatap muka sudah berkurang. Sehingga, ini yang menjadi keyakinan kita. Tentunya tetap menjaga prokes,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo menambahkan, ketika pembelajaran tatap muka berlangsung siswa harus mendapatkan persetujuan dari orang tua.

Jika tak diizinkan melakukan PTM terbatas di sekolah, maka peserta didik tersebut tetap diperbolehkan mengikuti pembelajaran jarak jauh atau daring.
 
"Dan tentunya secara medis dibenarkan. Itu berlaku untuk semua sekolah SD-SMP se-Surabaya, ya, tanpa terkecuali," pungkas Supomo. (mcr12/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Arry Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler