Pemprov Gorontalo Sukses Bebaskan 13 Ribu Warga dari Buta Aksara

Jumat, 09 September 2016 – 16:42 WIB

jpnn.com - GORONTALO – Angka buta aksara di Provinsi Gorontalo menurun drastis sejak 2011. Tahun ini warga buta aksara tersisa 2.122 jiwa dari 15.122 pada 2011 lalu.

"Program pendidikan rakyat (Prodira) yang kami terapkan sejak tahun 2012,termasuk menurunkan angka buta aksara dengan intervensi program keaksaraan, Alhamdulillah 13 ribu warga telah berhasil di intervensi dan tidak lagi buta aksara. Sisanya akan kita tuntaskan tahun ini juga,” kata Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, saat puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-51 tingkat Provinsi Gorontalo.

BACA JUGA: Kasihan..Remaja Raksasa itu Alami Penebalan Otot Jantung

Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) yang jatuh pada 8 September, dikatakan Idris, adalah sebuah moment untuk mengingatkan semua bahwa upaya mengentaskan keterbatasan dan ketidakmampuan baca tulis dan berhitung, menjadi ikhtiar penting untuk mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Provinsi Gorontalo dialam pemerintahan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, terus memprioritaskan program pendidikan keaksaraan di kantong-kantong wilayah yang masih memiliki angka buta aksara yang cukup tinggi.

BACA JUGA: Pengakuan Gadis Anggota Geng Remaja, Kesepian dan Sering Dipukul

“Dengan kemampuan keaksaraan, setiap individu dapat mengenal dunia sekitarnya, memahami lingkungannya, serta berpartisipasi dalam pembangunan. Pemerintah akan melayani masyarakat buta aksara, hingga mereka mampu membaca, menulis, dan berhitung," tutur Idris.

Lebih lanjut dikatakan Idris, upaya yang dilakukan Pemprov Gorontalo adalah bagian dari keinginan pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk mengentaskan buta aksara di Indonesia. Terlebih peringatan nasional HAI Ke-51 yang akan dipusatkan di Palu, Sulawesi Tengah, pada Oktober nanti mengambil tema “Aksara untuk Pembangunan Lingkungan”. 

BACA JUGA: Gempar! Pria Ini Datangi Kantor Polres Sambil Peluk Bom

"Ini merupakan upaya untuk mengingatkan kembali dan memberi inspirasi tentang kesungguhan usaha untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan keaksaraan sebagai fondasi gerakan pemberdayaan masyarakat," (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Khusus Pria! 2 Syarat Berat Jika Ingin Poligami


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler