Pemprov Jabar Santuni Petugas Pemilu yang Meninggal

Selasa, 23 April 2019 – 23:32 WIB
Gubernur Jabar menyerahkan santunan kepada ahli waris petugas penyelenggara pemilu yang meninggal. Foto: Istimewa

jpnn.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Barat (Jabar) memberikan santunan kepada masing-masing keluarga dan ahli waris petugas penyelenggara pemilu yang meninggal saat tugas di Pemilihan Presiden dan Legislatif 2019 di Jawa Barat.

Penyerahan santunan diberikan langsung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi istri Atalia Praratya, Sekretaris Daerah Iwa Karniwa, dan Ibu Wakil Gubernur Lina Marlina Ruzhanul Ulum, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (23/4/19).

BACA JUGA: Baru di Zaman Jokowi Ada Caleg Gagal Nekat Bakar Kotak Suara

BACA JUGA: Petugas KPPS Banyak yang Meninggal, Pemilu Harus Dibuat Lebih Sederhana

"Ini merupakan bentuk duka mendalam dan penghargaan setinggi-tingginya dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan masyarakat pada umumnya kepada para pahlawan demokrasi dan pahlawan Jawa Barat yang telah berjuang membela cita - cita Indonesia," kata Ridwan Kamil.

BACA JUGA: Aksi Massa: KPU Diminta Tegur Pihak yang Klaim Menang Pilpres

Terhitung dari tanggal 10 April 2019 hingga saat ini, petugas Pemilu di Jabar yang meninggal berjumlah 49 orang. Terdiri dari 34 orang petugas KPPS, PPK, PPS dan KPU, 10 orang Panwas, dua orang linmas, serta tiga petugas pengamanan dari kepolisian.

“Hari ini kami ingin memberikan penghargaan setingginya pada warga terbaik Jabar yang berjuang membela cita-cita Indonesia. Kami sangat bersedih dan menyampaikan rasa duka dari lubuk hati terdalam,” ucap Ridwan Kamil.

BACA JUGA: Coblosan di Sydney Kisruh, Bawaslu Pasrah pada Keinginan KPU

BACA JUGA: Total, 133 Orang Petugas Pemilu 2019 Meninggal Dunia

Santunan sebesar Rp50 juta diberikan kepada masing - masing keluarga dan ahli waris petugas penyelenggara pemilu yang meninggal.

Para petugas penyelenggara pemilu yang meninggal tersebar di sejumlah daerah di Jabar.

“Intinya mereka adalah individu yang mendedikasikan waktunya untuk mengawal proses pemilu. Rata-rata meninggal dunia karena kelelahan, kecelakaan, penyakit dan faktor usia,” kata Ridwan Kamil. (pojoksatu/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua Bawaslu: Kompleksitas Pemilu Serentak 2019 Begitu Terasa


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler