Pencapaian Bauran Energi Nasional Belum Sesuai Target

Selasa, 05 Maret 2019 – 18:29 WIB
Peneliti energi Diwangkara Bagus Nugraha. Foto: Istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menilai pencapaian target bauran energi nasional dalam rencana umum energi nasional (RUEN) belum sesuai ekspektasi.

Ketua PYC Filda Yusgiantoro mengatakan, penggunaan minyak bumi masih mendominasi bauran energi nasional dengan angka mencapai 42 persen pada 2017.

BACA JUGA: Kurangi Ketergantungan dari Sektor Energi

Sementara itu, porsi energi baru dan terbarukan (EBT) hanya mencapai enam persen dari total bauran energi nasional.

"Selain itu, produksi minyak dan gas bumi pada 2018 pun belum mencapai target produksi nasional. Hal ini yang perlu menjadi perhatian," ujar Filda, Selasa (5/3).

BACA JUGA: Batu Bara Topang Ekspor

Peneliti energi Diwangkara Bagus Nugraha menambahkan, untuk mengefisienkan pemanfaatan energi, diperlukan perumusan rencana umum energi daerah-provinsi (RUED-P).

Perumusan itu diharapkan melahirkan sinergi dengan pemerintah untuk menjaga kesinambungan perencanaan energi nasional.

BACA JUGA: Ekspor Batu Bara dan LNG Meningkat

"Harapannya juga memacu pengembangan potensi energi daerah," terang Bagus.

Dia menambahkan, solusi dari masa transisi energi menuju energi bersih yakni penggunaan batu bara.

Menurut Bagus, batu bara masih dapat dimanfaatkan dengan menggunakan clean coal technology melalui gasifikasi dan likuifaksi.

Bagus juga mendorong pemerintah menerapkan kebijakan untuk penerapan standar EURO 4 yang diyakini dapat membantu pengurangan emisi CO dan hidrokarbon.

Meski demikian, target untuk memenuhi target 100 persen rasio elektrifikasi pada 2020 dengan keterbatasan akses dan infratruktur energi masih bisa diwujudkan.

PYC memberikan saran kepada pemerintah untuk penerapan sistem mini dan micro-grid menjadi solusi bagi wilayah yang tidak terjangkau listrik (off-grid). (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fokus 3 Sektor, BNI Belum Lirik Batu Bara


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler