Fokus 3 Sektor, BNI Belum Lirik Batu Bara

Kamis, 27 September 2018 – 01:52 WIB
Ilustrasi tambang batu bara. Foto: Kaltim Post/JPNN

jpnn.com, BALIKPAPAN - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk enggan masuk terlalu dalam ke pertambagan batu bara karena masih berfokus pada sektor perdagangan, perkebunan, dan migas.

Vice President Jaringan dan Layanan BNI Kantor Wilayah Banjarmasin Anton Prasetyo mengatakan, meski harga batu bara terus menguat, pihaknya tak lantas membuka keran kredit besar untuk sektor itu.

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Balikpapan Bisa di Atas 5 Persen

“Kami buka tapi hanya ke sektor penunjangnya. Seperti tenaga kerja, katering, dan lainnya. Tidak langsung ke penambang batu bara,” ujar Anton, Selasa (25/9).

Menurut Anton, saat ini pihaknya masih memilih wait and see. Apalagi, Bank Indonesia (BI) mencatat NPL tertinggi berasal dari sektor tambang batu bara.

BACA JUGA: Batu Bara Kembali Jadi Primadona

“Pangsa untuk sektor ini bagi kredit yang dilepas hanya 20 persen. Itu pun mayoritas dari penunjangnya,” ungkap Anton.

Dominasi portofolio kredit BNI wilayah kerja Kaltimra dari perdagangan, perkebunan, dan minyak dan gas bumi (migas).

BACA JUGA: Pencurian Batubara di Sungai Mahakam Kerap Dibiarkan

Utamanya perdagangan melalui program kredit usaha rakyat (KUR) penetrasi pihaknya cukup agresif.

Untuk wilayah Balikpapan tercatat telah melampaui target atau tercapai Rp 109 miliar.

“Target Kaltim untuk KUR Rp 246 miliar. Realisasinya baru Rp 212 miliar. KUR masuk kredit kecil atau Rp 25 miliar ke bawah. Realisasi kredit kecil kami Rp 1,3 triliun dari target Rp 1,4 triliun,” ujar Anton. (aji/ndu/k15)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Batu Bara Masih Urutan Pertama


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
BNI   batu bara  

Terpopuler