Pencopotan Buwas Karena Kepentingan Bisnis Mendekati Kenyataan

Jumat, 04 September 2015 – 23:28 WIB
FOTO: JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Pencopotan Budi Waseso (Buwas) sebagai Kabareskrim Mabes Polri terbukti tidak sekadar isu. Meski kemudian Buwas menempati jabatan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), rumor pencopotannya diduga terkait kepentingan bisnis yang sudah mendekati kenyataan.

Apalagi beberapa bulan terakhir, Bareskrim di bawah kepemimpinan Buwas tampak sangat aktif menyelidiki kasus dugaan korupsi di tubuh Pelindo, TPPI, hingga Pertamina Foundation.

BACA JUGA: Begini Penjelasan Fadli Zon soal Pertemuan dengan Trump

“‎Ini sangat bermuatan politis sekali. Mutasi Buwas bukan mutasi biasa tapi kejadian luar biasa akibat dari penanganan sebuah perkara yang patut diduga aliran kasusnya sampai kepada lini kekuasaan," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen‎, Jumat (4/9).

Anehnya, menurut Samuel,  belum melihat adanya pembelaan dari Mabes Polri. Karena itu indikasi Buwas korban dari penanganan dugaan korupsi, semakin kuat.

BACA JUGA: Jeremy Thomas Senang Terlapor Jadi Tersangka

Karena itu, dia mengatakan, tindakan mengganti Komjen Polisi Buwas yang tengah gencar mengusut banyak kasus dugaan korupsi besar, merupakan upaya negara melindungi koruptor. 

“Bahkan jelas terlihat ada intervensi Istana karena Kapolri tidak berani membela anak buahnya,” kata Samuel.

BACA JUGA: Muhammadiyah: Setya Novanto Permalukan Rakyat Indonesia

Untuk membuktikan apakah indikasi benar atau tidak, memang menurut Samuel, masih membutuhkan waktu. Paling tidak dengan melihat kinerja Kabareskrim yang baru, Komjen Pol Anang Iskandar.

“Kita lihat kinerja kabareskrim yang baru ini, apakah akan menindaklanjuti atau malah akan mengaburkan kasus. Kalau itu yang terjadi, berarti bukan yang lebih baik dari pada Buwas. Kan itu indikasinya," ujar Ketua Umum Generasi Muda Republik Indonesia ini.‎(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bangun Kereta Cepat Tanpa APBN tapi Pakai Hutang, YLKI: Ya Sami Mawon


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler