Pendaki Tampan itu Hembuskan Nafas Terakhir di Gunung Ijen

Jumat, 11 November 2016 – 06:18 WIB
Pendaki, Putu Oci yang meninggal di Ijen. Foto: Instagram

jpnn.com - BONDOWOSO--Putu Oci, mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, Bali, tewas setelah mencapai puncak Gunung Ijen, Kamis pagi.

Dugaan sementara, korban tewas karena kelelahan saat mendaki gunung aktif yang terkenal dengan api biru di kawah belerang atau blue fire itu.

BACA JUGA: Sudahlah...gak Perlu Ikut Mikirin Jakarta

Kini, kasus kematian pendaki asal Bali itu ditangani pihak kepolisian setempat.

Pemuda bernama lengkap Putu Deni Krosiawan, asal Banjar Sangkar Agung, Negara,Bali, itu menghembuskan nafas terakhir beberapa menit setelah mencapai puncak paling tinggi di atas Kawah Ijen.

BACA JUGA: Subuh, Pintu Digedor Satpol PP, Pasangan Mesum Kelabakan

Menurut keterangan Artha Darmawan, rekan korban, peristiwa nahas itu terjadi sekitar jam 7 pagi. Saat itu, korban yang panggilan akrabnya Oci, mendaki bersama teman satu kelas di jurusan hukum  Undiknas.

Ketika di puncak gunung api yang memiliki ketinggian 2443 meter di atas permukaan laut itu, Oci  mengajak teman-temannya menikmati pemandangan kawah di pagi hari sambil foto bersama.

BACA JUGA: Loh, Para PNS Ini Kok Masih Keluyuran di Mal Saat Jam Kerja?

Mahasiswa berusia 20 tahun itu berlari paling depan, tiba-tiba ambruk dalam kondisi kejang-kejang.

Beberapa penambang juga ikut memberikan pertolongan termasuk turis asing.

"Namun, nyawa Oci tidak tertolong," kata Artha.

Beberapa rekan korban menyesalkan tidak ada peralatan evakuasi di lokasi, sehingga kedua temannya sempat turun dulu meminta bantuan pertolongan, yang akhirnya korban dievakuasi menggunakan troli penambang belerang untuk turun ke Pal Tuding.

Bahkan di Pal Tuding di kaki Gunung Ijen, juga tidak ada pos kesehatan.
 
Korban baru bisa dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Blambangan dengan mobil ambulans dari sebuah Puskesmas di Kabupaten Bondowoso, yang kebetulan melintas di Pal Tuding.

Kapolsek Licin, AKP. Jupriyadi, membenarkan kalau korban sudah meninggal dunia saat tiba di bawah Gunung Ijen.

Polisi menduga korban kelelahan karena terlalu bersemangat saat mendaki.

Namun, bisa juga dugaan lain yaitu korban menghirup gas beracun di Kawah Ijen, sebab cuaca di sekitar Gunung Ijen kerap berubah-ubah.

Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

Untuk sementara jenazah korban masih dititipkan di RSUD Blambangan, Banyuwangi, sambil menunggu kedatangan keluarga korban dari Bali. (end/flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Buntut PAW Dua Anggota DPRD, Warga Blokir Jalan Lintas Sumatera


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler