Pendemo: Harus SBY yang ke Papua!

Kamis, 17 November 2011 – 08:44 WIB

JAYAPURA - Ratusan massa dari Solidaritas Kemanusiaan Rakyat Bangsa Papua (SKRBP) Rabu (16/11) kemarin menggelar demo di beberapa titik yaitu Ekspo Waena, Perumnas III tepatnya di gapura pintu masuk Kampus Uncen dan depan Kantor Pos Abepura.

Dari pantauan Cenderawasih Pos (grup JPNN) di lapangan, massa yang terdiri dari mahasiswa dan warga sipil mulai berkumpul sekitar pukul 10.00 WIT pagi di tiga titik tersebutDi Ekspo Waena, massa melakukan orasi-orasi singkat, sedangkan di gapura pintu masuk kampus Uncen, massa melakukan pemalangan akses masuk ke kampus, namun hanya beberapa jam sambil menunggu massa lainnya.

Setelah melakukan pemalangan di depan kampus Uncen kemudian massa berjalan menuju Ekspo Waena untuk bergabung dengan massa di Ekspo dan selanjutnya menuju depan Kantor Pos Abepura sambil membawa beberapa spanduk bahkan karangan bunga sebagai tanda turut berduka cita atas meninggalnya salah seorang anggota DPRP, Tonny Ifandi dan selanjutnya melakukan orasi-orasi

BACA JUGA: Delapan Warga Tewas Ditembak, Polda Bantah



Dalam orasinya, massa menuntut dan mendesak kejelasan status kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Papua dalam rangka menyelesaikan kasus-kasus yang terjadi selama ini di Papua


"Kami inginkan Presiden SBY hadir di Papua untuk menyelesaikan semua pelanggaran-pelanggaran yang terjadi, karena rakyat Papua sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah daerah baik itu eksekutif maupun legislatif," koar salah seorang pendemo yang berorasi.

Selain itu, massa juga menuntut supaya pemerintah Indonesia segera menyelesaikan berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi di Papua seperti penyelesaian kasus Kongres Rakyat Papua III yang telah menewaskan tiga warga sipil dan ditemukan usai KRP III di perbukitan tepatnya di belakang Makorem 172/PWY.

"Kami tidak ingin ada utusan yang dikirim oleh pemerintah Indonesia karena kalau bukan Presiden SBY yang hadir di Papua berarti pemerintah Indonesia sudah tidak menganggap Papua menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata salah seorang pendemo.

Di sela-sela aksi tersebut, tampak beberapa orang dari massa melakukan penggalangan dana sukarela dari masyarakat yang melintas, baik pengendara sepeda motor maupun mobil, bahkan taksi sekalipun

BACA JUGA: Polda Kepri Musnahkan Sabu Senilai Rp 750 Juta

Kemudian setelah melakukan orasi di depan Kantor Pos Abepura dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, massa kemudian berjalan menuju kediaman Alm Tonny Ifandy yang di Kotaraja


Massa tiba di rumah duka ini setengah jam setelah jenazah tiba di rumah duka

BACA JUGA: Kota-kota di Sumut Terkoneksi Jalur KA

Massa yang berjumlah lebih dari 100 orang ini datang dengan atribut dan perlengkapan demo termasuk spanduk-spanduk massa langsung menutupi gang masuk almarhum dan diterima oleh keluargaSetelah diterima, tak lama kemudian muncul komando menggunakan bahasa daerah yang semuanya lantas menundukkan kepala dalam keheningan(nal/ade/fud)


BACA ARTIKEL LAINNYA... Ribuan Pekerja di Batam Minta PHK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler