Pendudukan Bandara Kapeso Berakhir

Mantan TNI Pimpin Penyenderaan

Senin, 08 Juni 2009 – 17:51 WIB

JAKARTA - Pendudukan bandara perintis di Distrik Kasepo, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, sejak 13 Mei 2009 akhirnya berakhirTiga penyandera yang dipimpin langsung oleh mantan anggota TNI bernama Decki Imbiri telah melarikan ke hutan Gunung Ampawer.

Menurut Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira, status Decki adalah mantan anggota TNI

BACA JUGA: Limbah Masuk Dengan Dokumen Impor Palsu

“Sebelumnya dia Anggota Batalyon 751 (Sentani, Jayapura, Papua)
Pangkatnya Pratu (prajurit satu, Red) ,” tegas kata Abubakar kepada wartawan di Mabes Polri, Senin (8/6).

Dari informasi yang dihimpun JPNN, Decki disebut ahli dalam bidang strategi militer

BACA JUGA: RS Omni Langgar UU Kedokteran

Decki berhasil merekrut 150 pemuda kampung Kapeso untuk dilatih secaraa militer
Selain menyandera bandara, kelompok Decki juga mengibarkan bendera bintang kejora di landasan pacu bandara

BACA JUGA: Label ‘Internasional’ Omni Diragukan



Abubakar menambahkan, pada tanggal 4 Juni 2009 dua kapal patroli Polri tiba di danau Kapeso“Anggota kita sudah memberikan imbauan agar para penyandera meninggalkan bandara,” kata dia.

Dari arah bandara, tiba-tiba lanjut Abu ada orang melambai-lambaikan tangannyaPolisi mengira orang tersebut adalah warga masyarakat yang ingin kembaliNamun, ketika didekati justru terjadi baku tembak antara polisi dan orang tersebut“Polisi memberikan tembakan balasan, dan dua orang meninggal,” lanjut Abu.

Selain menewaskan dua orang dari kelompok bersenjata, empat anggota Brimob terluka akibat terkena busur panah milik kelompok penyanderaDalam patroli tersebut, polisi juga berhasil mengamankan Nela Manseren, yang diduga menyebarkan doktrinasi untuk merekrut para pemuda desa"Dalam kasus ini pihak kepolisian menemukan senjata rakitan, busur panah, dan anak panah," tukasnya.(rie/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ginandjar dan Cosmas Terseret Rekening Liar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler