JAKARTA-Sehubungan dengan adanya rencana pemerintah menggelar rapat koordinasi setiap bulannya untuk membahas masalah Minyakita, Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Bayu Krisnamurthi mengatakan hal tersebut disebabkan fluktuatifnya harga Crude Palm Oil (CPO).
“Nantinya dalam penetapan harga Minyakita tersebut, tentunya melalui proses pertimbangan dengan melihat perubahan atau pergerakan pada harga CPO,” tukas Bayu.
Dikatakan, faktor lain yang dijadikan suatu pertimbangan dalam menetapkan harga Minyakita, yakni harga Bahan Bakar Minyak (BBM)“Hal ini serupa dengan penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) yang ditetapkan setiap tanggal 20 setiap bulannya,” paparnya.
Disebutkan, tujuan dilakukannya penetapan harga seperti ini adalah ingin mendorong masyarakat agar selalu mengkonsumsi minyak goreng kemasan yang tentunya baik untuk kesehatan.
“Rencananya penjualan minyak goreng curah akan dihentikan kecuali untuk Usaha Kecil Menengah (UKM)
BACA JUGA: Terima 810 Perkara, 166 Sudah Vonis
Tapi saya juga belum tahu waktunya kapan,” seru dia.Selain itu ia sempat mengatakan, untuk bulan Mei 2009 ini, kemasan Minyakita yang tersedia masih dalam ukuran 1 liter
BACA JUGA: Masalah DPT, Bukan Kewenangan MK
Yakni ¼ dan ½ literPerlu diketahui juga, dalam menjalan program ini, Pemerintah akan didukung oleh 10 produsen minyak goreng
BACA JUGA: Besok, Peringatan 16 Tahun Marsinah
Antara lain, Wilmar Internasional, Musim Mas Group, Permata Hijau Group, Asian Agri, SMART Tbk, Best, Salim Group, Astra Agro Lestari, Darmex, dan Kurnia Tunggal(cha/JPNN)BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Tak Jamin DPT Pilpres Akurat
Redaktur : Tim Redaksi