Pengamat: Apa Benar Honorer K2 Lama Mengabdi?

Kamis, 26 Juli 2018 – 15:19 WIB
Ilustrasi Honorer K2. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji meragukan masa pengabdian honorer K2 (kategori dua) yang mengaku belasan hingga puluhan tahun. Alasannya validasi data belum dilakukan pemerintah dengan teliti sehingga bisa saja tersisip honorer K2 bodong.

"Saya kok ragu. Betul tidak mereka sudah lama mengabdi? Apa betul jasa-jasa honorer K2 bagi bangsa ini kelihatan. Prestasi itu kan tidak bisa ditutupi," ujar Indra kepada JPNN, Kamis (26/7).

BACA JUGA: PDIP: Masa Negara tak Bisa Selesaikan Masalah Honorer K2?

Menurut Indra, Indonesia terlalu banyak guru karena dulunya tidak dapat pekerjaan lain dan adanya tenaga pendidik. Banyak juga yang diangkat honorer karena pernah menjadi tim sukses kepala daerah. Tidak sedikit pula yang merupakan “titipan” pejabat. Ini yang harus segera dibenahi.

"Saya setuju dengan rencana pemerintah. Bahkan akan lebih extreme lagi. Guru-guru harus punya Sertifikat mengajar dan dikontrol betul kualitasnya seperti di luar negeri," tandasnya.

BACA JUGA: 30 Persen Perawat Honorer K2 Usia di Atas 35 Tahun

BACA JUGA: PDIP: Masa Negara tak Bisa Selesaikan Masalah Honorer K2?

Dengan sertifikat itu, kualitas guru bisa dikontrol kualitasnya. Yang tidak berkualitas lebih baik jangan jadi guru. (esy/jpnn)

BACA JUGA: Honorer K2 Usia di Bawah 35 Tahun tak Sampai 10 Persen

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ingat Ya, Masalah Honorer K2 itu Warisan Zaman SBY


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler