Pengamat: Kader Gerindra Harus Digerakkan Jadi Pemimpin

Senin, 05 Mei 2014 – 01:09 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi kemungkinan besar gagal melaju sebagai anggota DPR periode 2014-2019. Perolehan suara Suhardi di daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta tak mencukupi untuk membawanya duduk di kursi parlemen.

Tidak terpilihnya Prof Suhardi sebagai anggota DPR sangat mengejutkan. Kegagalan Suhardi ini dinilai sebagai bukti bahwa Gerindra sebenarnya berada di tangan satu kendali kekuasaan yakni Prabowo, seperti di dunia militer.

BACA JUGA: Prabowo Subianto Disarankan Gandeng Dahlan Iskan

Menurut pengamat politik LIPI Siti Zuhro, seharusnya Partai Gerindra tidak dikelola seperti militer. "Salah Besar Prabowo jika menerapkan Parpol seperti militer. Seharusnya tidak boleh, karena akan disoroti oleh masyarakat. Justru ini menjadi pekerjaan rumah bagi Gerindra, mereka harus menunjukkan bahwa ini parpol bukan militer," katanya saat dihubungi, Minggu (5/4).

Sebagai Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo harus memimpin parpol bukan dengan cara militer. "Prabowo harus menempatkan diri bahwa parpol tak bisa diterapkan otoriter. Karena kita negara demokrasi. Seharusnya Prabowo menggojlok kader-kadernya untuk bisa menjadi pemimpin negara," katanya.

BACA JUGA: Jika Dukung Prabowo, PKS Dianggap Khianati Ikhwanul Muslimin

Siti Zuhro melihat kekalahan Suhardi sangatlah  lucu. "Karena dia kan ketum. mungkin kurang sosialisasinya. Memang sebenarnya ketum itu seharusnya Prabowo, cuma enggak mencalonkan. Saya kira Suhardi kurang pengenalannya kepada masyarakat," tutupnya. (jpnn)

BACA JUGA: Dukung Jokowi karena tak Berhubungan Orde Baru

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengamat Sarankan JK Beri Kesempatan ke Tokoh Muda


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler