Pengamat: Lupakan Bisnis Batu Bara

Sabtu, 19 November 2016 – 01:51 WIB
Ilustrasi. Foto: Jawa Pos/JPNN

jpnn.com - SAMARINDA - Pengamat ekonomi Aji Sofyan Effendi mengatakan, banyak perusahaan batu bara di Kaltim yang sempat tengkurap karena harga batu bara yang rendah.

Jika ada perusahaan batu bara yang ingin mengeksploitasi kembali, itu merupakan hak setiap perusahaan.

BACA JUGA: Pemerintah Pastikan Tetap Tutup Beberapa Pabrik Gula

Syaratnya, selama masa hukumnya masih belum mati dan lahannya masih mendukung.

“Tetapi dalam perspektif makro lupakanlah bisnis batu bara berapa pun kenaikannya,” ungkap dosen ekonomi Universitas Mulawarman ini kepada Kaltim Post, Kamis (17/11).

BACA JUGA: PGN Perluas Infrastruktur Gas Bumi

Menurutnya, perspektif makro sebaiknya bisnis batu bara dilupakan.

Harganya naik atau turun, dalam perspektif apa pun, batu bara pada akhirnya lebih banyak mendatangkan aspek negatif daripada positif.

BACA JUGA: Tingkatkan Penetrasi, Asuransi Andalkan Fintech

“Positif karena menyerap banyak tenaga kerja. Tapi di sisi lain, penyerapan tenaga kerja tidak sesuai dengan social cross yang dihadapi dengan environmental cross yang masyarakat alami. Itu ternyata tidak berbanding lurus,” imbuhnya.

“Sehingga, mau batu bara tunggu atau pun rendah. Sebaiknya kita lupakan saja,” sebut dosen pengajar di program magister Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul.

Aji mengatakan, ada bidang usaha lain yang masih memungkinkan bagi masyarakat Kaltim untuk digeluti.

“Idealnya kita kembali pada sektor perkebunan. Kita sudah komitmen ingin kembali ke sektor perkebunan,” ujarnya.

Kecuali, ada komitmen baru bahwa batu bara tidak dalam bentuk low material lagi. Batu bara harus diolah dalam sektor hilir.

 Itu yang seharusnya menjadi prioritas untuk digeluti.  Hal itu akan menjadi value added atau nilai tambah.

“Persoalannya kenapa para pengusaha kita tidak ke industri hilir,” ungkap ketua Pusat Studi ASEAN Unmul. (ctr/lhl/k15/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kalstar Komitmen Hubungkan Wilayah di Kalimantan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler