Pengamat: Maklumat Kapolri Tepat Demi Keamanan Negara

Selasa, 18 April 2017 – 14:10 WIB
Warga menggunakan hak pilihnya di pilkada 15 Februari 2017. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe menilai Maklumat yang telah dikeluarkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang melarang adanya rencana penggalangan massa oleh kelompok tertentu untuk datang ke Ibu Kota pada saat hari pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, dipandang tepat demi keamanan negara.

"Sudah tepat pak Kapolri mengeluarkan maklumat. Maklumat ini harus dipandang penting bagi semua pihak dan harus diikuti demi keamanan negara,” kata Ramses di Jakarta, Selasa (18/4).

BACA JUGA: Banyak Intimidasi, Wajar Warga Mengawasi

Semangat maklumat itu, kata Ramses sebagai upaya tindakan preventif aparat keamanan dalam membaca dan menganalisa gejala-gejala yang akan berpotensi terjadi saat berlangsung maupun pasca pelaksanaan pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta.

Kapolri sebagai pimpinan tertinggi institusi kepolisian pasti memiliki cukup data dan informasi sebelum mengeluarkan maklumat tersebut.

BACA JUGA: Tim Ahok-Djarot: Kualitas Distribusi C6 Jauh Lebih Buruk di Putaran Kedua

"Kapolri pasti punya data dan informasi akurat terkait situasi keamanan sehingga perlu mengeluarkan maklumat,” papar Ramses.

Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia ini menambahkan, penggalangan massa saat pencoblosan memang cukup mengganggu jalannya proses demokrasi, apalagi mengerahkan banyak orang di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

BACA JUGA: Kiai Maruf Sampaikan Permintaan ke Jokowi

Untuk itu, katanya, maklumat Kapolri menjadi keharusan untuk diikuti semua pihak terutama masyarakat luas. Situasi keamanan negara jauh lebih penting dari suatu proses politik dalam menentukan pemimpin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Panitia Tamasya Al-Maidah, Ansufri Idrus Sambo, mengatakan menjelang putaran kedua Pilgub DKI Jakarta pada 19 April, pihaknya menggelar serangkaian aksi bela Islam bertajuk Tamasya Al-Maidah. Diperkirakan ada 1,3 juta orang yang akan bergabung dari seluruh penjuru tanah air. Mereka itu akan mendatangi TPS di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Sehubungan dengan rencana ini Kapolri terpaksa mengeluarkan maklumat yang berisi pelarangan terhadap masyarakat luar Jakarta datang ke Jakarta saat pelaksanaan pencoblosan.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tamasya Al Maidah Lebih Mirip Intimidasi Terhadap Pemilih


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler