Pengambilalihan Inalum Masuk Tahap Audit

Rabu, 25 Mei 2011 – 06:22 WIB

JAKARTA -- Proses pengambilalihan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memasuki tahapan pentingSaat ini, tim yang dipimpin Menteri Perindustrian MS Hidayat sudah mulai membahas mekanisme audit PT Inalum

BACA JUGA: Pertamina Minta Harga LPG 12 Kg Naik

Targetnya, proses audit ini sudah kelar sebelum 2013.

Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut, Parlindungan Purba, menjelaskan, audit yang akan dilakukan menyangkut tiga aspek, yakni audit finansial, audit peralatan, dan audit manajemen.

"Tim yang dibentuk pemerintah masih intensif melakukan negosiasi di Jakarta
Rapat-rapat tim terus dilakukan

BACA JUGA: Kuartal I 2011, Penerimaan Sektor Migas Lampauai Target

Juga sudah mulai dibahas tentang audit tiga hal itu," terang Parlindungan Purba kepada JPNN di Jakarta, Selasa (24/5).

Parlindungan, sebagai anggota Komisi II DPD yang membidangi masalah perindustrian, mengaku terus menjalin komunikasi dengan tim yang dipimpin MS Hidayat
"Saya kawal terus agar terjamin kepentingan nasional dan kepentingan daerah kita," tegasnya.

Selain selalu berkomunikasi dengan tim nego, Parlindungan juga mengaku selalu kontak dengan Badan Otorita Asahan dan pimpinan Inalum.

Dijelaskan Parlindungan, audit sangat penting sebelum nantinya PT Inalum diambil alih 100 persen oleh pemerintah RI

BACA JUGA: Dana BPJS Harus Masuk ke Bank Kustodian

Misalnya audit peralatan, untuk mengetahui kondisi peralatan di Inalum sebelum diambil alih"Jangan sampai dibilang masih bagus tapi ternyata sudah rongsokan," terangnya.

Sedang audit finansial, lanjutnya, nantinya akan sangat menentukan berapa dana yang harus dibayar sebagai kewajiban pemerintah RI"Sekaligus untuk mengetahui harga buku dan harga pasar," kata Parlin, panggilan akrabnya.

Sebelumnya 10 bupati/walikota di daerah sekitar danau Toba  ke DPD pada 29 Maret 2011 yang ketika itu ditemui Wakil Ketua DPD Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan empat senator asal Sumut.

Ke-10 bupati/walikota yang disertai Pansus Inalum DPRD Sumut itu menyampaikan keinginan agar Pemprov Sumut dan 10 kabupaten/kota memperoleh golden share atau porsi saham PT Inalum pasca- take over.  Ke-10 pemkab/kota itu terdiri tujuh kabupaten/kota yang bersentuhan langsung dengan kawasan Danau Toba, yakni Taput, Tobasa, Samosir, Humbahas, Simalungun, Karo, dan DairiSedang tiga kabupaten/kota di bagian hilir Danau Toba yakni Asahan, Batubara, dan Kota Tanjung Balai.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyampaikan, pemerintah akan mengutus Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk mengambil alih pengelolaan Inalum.

Agus mencatat kerugian sekitar US$1,2 miliar jika pemerintah melanjutkan kerjasama dengan perusahaan Jepang Nippon Asahan Alumunium (NAA)(sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lagi, Pajak Adaro Disoal DPRD Kalsel


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler