Pengelolaan Danau Terintegrasi Dukung Kelestarian Fungsi

Jumat, 13 Juli 2018 – 16:49 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Foto: klhk

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia merupakan negara dengan jumlah danau terbanyak di Asia, yakni dengan 840 danau besar dan 735 danau kecil. Potensi dan keberadaan danau tersebut merupakan sumber air yang penting bagi kehidupan masyarakat, baik untuk kehidupan sehari-hari, kegiatan perekonomian, serta fungsi ekologis yang dimilikinya.

Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK, I.B. Putera Parthama, menyampaikan, pengelolaan danau terintegrasi sangat penting bagi Indonesia, mengingat fungsi danau dan pemanfaatan ekosistem danau yang banyak dilakukan.

BACA JUGA: Menteri Siti Ajak Publik Kelola SDA Secara Berkelanjutan

"Ada urgensi yang sangat besar di sini, karena Indonesia memiliki potensi danau yang sangat besar, dan fungsinya sebagai daerah tangkapan air, habitat keanekaragaman hayati, tambak, wisata, hingga fungsi sosial sebagai tempat tumbuh budaya dan kearifan lokal", tuturnya saat membuka Workshop on Integrated Lake Basin Management di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (12/7).

Putra menjelaskan, pengelolaan danau perlu memperhatikan hal-hal antara lain, tipologi danau, indikator kesehatan danau, aktivitas pemanfaatan danau, serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Terkait hal ini, Putra meyakini, banyak pihak dapat berkontribusi terhadap upaya konservasi danau dan rehabilitasi ekosistem sekitar danau.

BACA JUGA: Kerja Sama Negara AMS Vital dalam Upaya Penurunan Emisi GRK

"Strategi pengelolaan danau dapat dilakukan dengan memperhatikan karakteristik danau, identifikasi potensi danau sebagai sumber ekonomi, didukung penegakan hukum, kemitraan, serta pelibatan masyarakat dan komunitas dalam upaya konservasi dan rehabilitasi," katanya.

Workshop ini juga dihadiri narasumber dari International Lake Environment Committeee Foundation (ILEC), Prof. Masahisa Nakamura dan Ms. Kiyoko Takemoto. ILEC adalah lembaga nonpemerintah internasional yang berkedudukan di Jepang, dan sangat berpengalaman dalam pengelolaan danau di Jepang, khususnya Danau Biwa, serta beberapa danau di berbagai negara.

BACA JUGA: Bakohumas Dorong Humas Pemerintah Lebih Aktif

Dalam kesempatan ini, Prof. Masahisa menyampaikan informasi mengenai penyelenggaraan The 17th World Lake Conference (WLC17), yang akan dilaksanakan di Ibaraki, Jepang, tanggal 15-19 Oktober 2018, yang akan dihadiri oleh para pengelola danau dari berbagai negara, dan Menteri LHK, Siti Nurbaya, direncanakan menjadi salah satu keynote speaker dalam Opening Ceremony WLC17.

"Kami sangat mengharapkan Indonesia, khususnya KLHK akan terlibat aktif dalam WLC17, dan mengambil pembelajaran yang bermanfaat untuk peningkatan pengelolaan danau di Indonesia," ujarnya. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KLHK Terbitkan Buku The State of Indonesias Forest 2018


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Menteri Siti   KLHK  

Terpopuler