Pengin Tahu Biaya Program Sertifikasi Guru Mandiri?

Selasa, 08 Oktober 2019 – 08:32 WIB
Guru mengajar di kelas. Ilustrasi Foto: Radar Madiun/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Peminat program sertifikasi guru atau Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan mandiri bakal membeludak.

Menurut Ketum Ikatan Guru Indonesia (IGI) M Ramli Rahim, jumlah sarjana lulusan pendidikan cukup banyak. Ramil yakin, besaran biaya berkisar Rp 7,5 juta sampai Rp 9,5 juta per semester, tidak mengurangi minat pendaftar.

BACA JUGA: Informasi Penting untuk Guru yang Belum Punya Sertifikat Pendidik

Ramli membeberkan, sasaran peserta PPG prajabatan mandiri itu adalah para sarjana. Program tersebut bagi IGI masih dianggap bagian dari perkuliahan.

Jika para sarjana pendidikan bisa melanjutkan pendidikan ke Strata Dua dalam jumlah yang besar, berarti ada kemampuan di dalamnya. Apalagi PPG ini sudah mengerucut menuju jalan menjadi guru, sehingga biaya untuk mengikuti program tersebut bakal ditanggung oleh orang tua masing-masing.

BACA JUGA: Pemerintah Harus Tahu: Guru yang Pensiun Sangat Banyak

"Jadi meskipun belum bekerja menjadi guru, pendaftar PPG mandiri kami perkirakan tetap banyak," ujarnya.

Dia berharap para sarjana belum bisa bekerja sesuai profesi itu, jika belum mengambil pendidikan profesi guru. Contohnya, dokter belum bisa praktik hanya dari ijazah kedokteran. Harus mengambil profesi kedokteran dulu

BACA JUGA: Pemerintah dan Serikat Guru Akhirnya Sepakat soal Protes Kenaikan Gaji

"Nah untuk profesi guru kami berharap pemerintah maupun pengelola yayasan pendidikan tidak sembarangan merekrut guru. Calon guru yang direkrut harus sudah memiliki sertifikat profesi guru. Namun, perlu waktu satu atau dua tahun lagi untuk menerapkan sistem ini," tandasnya.

Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Mandiri Pada tahap awal pendaftaran dibuka bulan depan. Total ada 63 unit kampus Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang mendapatkan kuota PPG prajabatan mandiri. Total kuota yang disiapkan adalah 12.225 kursi. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler