Penguatan SDM Industri BPR/BPRS, Perbarindo Gandeng Perguruan Tinggi

Selasa, 05 April 2022 – 21:11 WIB
Perbarindo dan Industri BPR – BPRS yang ada Indonesia melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat dan meningkatkan daya saing. Foto IST

jpnn.com, JAKARTA - Sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam mempertahankan kinerja pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

Menyikapi kebutuhan nasabah yang semakin kompleks dan perubahan teknologi yang begitu cepat, Pebarindo berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan kapabilitas SDM BPR – BPRS yang berkualitas sekaligus responsif terhadap perubahan lingkungan usaha yang kian dinamis.

BACA JUGA: Bincang Hukum Perbarindo Perkuat Fungsi dan Peran Dewan Komisaris

Hal tersebut disampaikan oleh Ketum Perbarindo Joko Suyanto dalam acara Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional Perbarindo 2022 di Jakarta pekan lalu.

BPR/BPRS yang merupakan bank dengan dukungan 6.508 unit kantor dan memiliki karyawan lebih dari 100 ribu orang yang tersebar dari Aceh-Papua dan hingga saat ini masih tetap komit dalam mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

BACA JUGA: Persaingan Makin Sengit, Perbarindo Bawa BPR-BPRS Go Digital

BPR/BPRS tetap melaksanakan fungsi intermediasi berupa penyaluran dana dalam bentuk kredit meskipun dalam masa pandemi Covid-19.

“Penyaluran dana oleh industri BPR - BPRS dalam bentuk kredit tumbuh 5,86% atau Rp 128 triliun pada Desember 2021. Dan sebagian besar dari jumlah itu digunakan untuk pembiayaan UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Ketua Umum DPP Perbarindo Joko Suyanto di hadapan peserta Rakernas

BACA JUGA: Kemenkop dan UKM Gandeng Perbarindo Untuk Percepat Penyaluran Anggaran PEN Bagi UMKM

Pada kesempatan itu, Joko Suyanto menggarisbawahi bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi tantangan sendiri bagi Indonesia. Sementara tren perubahan cara bekerja pada masa depan akan terus berubah dan berbeda dengan hari ini.

“Tentunya pembangunan sumber daya manusia yang unggul menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan SDM, terutama di sektor ekonomi dan keuangan dalam menghadapi perubahan-perubahan yang penuh ketidakpastian. Untuk itu, kami memperkuat SDM BPR – BPRS dengan bersinergi bersama Universitas Gunadarma dan Perkumpulan Program Diploma Keuangan dan Perbankan Indonesia (PRODIKPI)” kata Joko.

Kerja sama tersebut berupa dukungan pengembangan SDM BPR – BPRS melalui penyediaan modul, narasumber dan fasilitasi magang oleh Universitas Gunadarma dan Prodikpi.

Sementara itu, Prof. Didin Mukodim. MM (Wakil rektor IV bidang Kerjasama Universitas Gunadarma), menegaskan “kami sangat senang bisa bersinergi dengan Industri BPR – BPRS tentu merupakan upaya link and match antara kebutuhan industry dengan Perguruan Tinggi, kami sepenuhnya siap membantu BPR – BPRS untuk mengembangkan talenta terbaiknya.”

Pada kesempatan yang sama, PRODIKPI menyambut baik Kerjasama dengan Perbarindo yang merupakan salah satu bentuk konkretisasi “perkawinan massal” antara kampus dan industri yang dicanangkan Kemendikbud.

“PRODIKPI siap berkontribusi mendukung penguatan kapabilitas SDM BPR/BPRS dan pembangunan sektor perbankan mikro Indonesia secara luas melalui edukasi, pelatihan, riset dan dukungan tenaga siap kerja lulusan program D3/D4 keuangan dan perbankan dari 30 kampus anggota PRODIKPI di seluruh Indonesia,” ungkap Ketua Umum PRODIKPI Dede Suryanto.

Oleh karenanya, kata Dede, diharapkan sinergi Perbarindo dan PRODIKPI dapat semakin memperkuat ekosistem bisnis BPR/BPRS dan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler