Pengurus Golkar Kompak, Segera Cari Pengganti Rita Widyasari

Sabtu, 23 Desember 2017 – 10:53 WIB
Rita Widyasari ketika berada di gedung KPK Jakarta, Selasa (19/12). Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos

jpnn.com, SAMARINDA - Para pengurus DPD Partai Golkar tingkat kabupaten/kota di Kalimantan Timur mulai satu suara, yakni kompak mengutamakan masalah penentuan bakal calon gubernur, pengganti bacagub Rita Widyasari yang berada di tahanan KPK.

Sebelumnya, para pengurus DPD Golkar kabupaten/kota mendesak agar dilaksanakan musyawarah daerah luar biasa (musdalub) Golkar Kaltim dalam waktu segera, ketimbang urusan nama bakal cagub-cawagub.

BACA JUGA: 2 Opsi Golkar terkait Pansus Angket KPK

Mereka akhirnya satu suara dengan yang dilontarkan Plt Ketua DPD Golkar Kaltim Andi Sofyan Hasdam. Saat awal ditunjuk dewan pimpinan pusat (DPP), Sofyan berkata, ketimbang energi banyak terkuras hanya untuk persiapan musdalub, lebih baik waktu yang tersisa digunakan untuk penggodokan bakal cagub dan cawagub.

Hal ini mengingat waktu semakin sempit jelang pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 8–10 Januari 2018.

BACA JUGA: Golkar Usung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2018

Nah, musdalub baru dilaksanakan setelah tahapan di lembaga penyelenggara pemilu tersebut selesai.

“Sebelumnya ada dua persepsi. Dengan Golkar sekarang hanya diisi plt ketua, tidak bisa mendaftarkan bakal cagub dan cawagub yang diusung ke KPU,” ujar Zainuddin Thaib, juru bicara ketua-ketua DPD Golkar kabupaten/kota, Jumat (22/12).

BACA JUGA: Airlangga Hartarto Memang Harus Gandeng Generasi Muda

Pendapat lain, tetap bisa mendaftarkan. Mengingat, surat keputusan (SK) pengusungan bakal cagub dan cawagub diterbitkan DPP, bukan DPD.

Di level pusat, kini telah ada ketua umum definitif yang baru yakni Airlangga Hartarto. “Jadi, tidak ada masalah lagi,” ucapnya.

Plt ketua yang sebelumnya berencana mengganti Sekretaris DPD Golkar Kaltim Abdul Kadir akhirnya urung dieksekusi.

Kata Zainuddin, dari pertemuan di De Bandar Resto, Balikpapan, Kamis (21/12) dini hari itu, Sofyan dan Kadir saling menyadari kesalahan dan telah bermaafan.

Itu disaksikan di depan sembilan DPD Golkar kabupaten/kota. Minus Kutai Timur yang saat bersamaan, ketuanya memiliki agenda di Jakarta.

“Jadi, tidak ada pergantian pengurus selain ketua. Bukan kewenangan plt ketua mau mengganti pengurus hasil musda. Kalaupun ada itu mengganti kader yang tidak aktif dan pindah partai,” sebutnya.

DPD Golkar Kaltim juga menjadwalkan pelaksanaan rapat pimpinan daerah khusus (rapimdasus). Mengenai waktu pelaksanaan, sampai kini belum diketahui.

Hanya, terang dia, ditargetkan sebelum Januari sudah ketahuan bakal cagub yang akan diusung partai berlambang beringin. Sementara itu, Balikpapan menjadi lokasi pelaksanaan.

Dalam forum itu, nantinya mencabut penetapan Rita Widyasari sebagai bakal cagub dari Golkar sekaligus memutuskan penggantinya.

“Sebanyak 15 pemilik suara masing-masing merekomendasikan satu nama. Nama itu yang akan disampaikan ke DPP,” kata dia.

Bagaimana ketika DPP memutuskan nama di luar yang diusulkan dari daerah? Dia berharap memperhatikan aspirasi dari bawah.

Sebab, yang mengetahui kondisi di daerah adalah pengurus di bawah, bukan DPP. “Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto tak memaksakan keinginan pusat,” ucapnya. (ril/rom/k18)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Airlangga Diminta Utamakan Kader Dalam Kontestasi Pilkada


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler