Penilaian Observasi PPPK 2022 Bikin Kepsek Berkuasa, Guru Honorer Vokal Terancam

Rabu, 30 November 2022 – 14:20 WIB
Ketum FGHNLPSI Heti Kustrianingsih menyebut penilaian observasi tidak objektif. Ilustrasi/Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Ketum Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI) Heti Kustrianingsih mengaku sejak awal sudah menduga penilaian observasi akan menimbulkan masalah.

Dia menduga transaksional akan marak, sehingga guru honorer muda sangat berpeluang menjadi PPPK asalkan punya modal banyak.

BACA JUGA: Semoga Semua Guru Honorer SD dan SMP di Daerah Ini Diangkat Menjadi PPPK

"Penilaian observasi itu tidak objektif, mengapa pemerintah menggiring seleksi PPPK 2022 untuk P2 dan P3 ke situ," kata Heti kepada JPNN.com, Rabu (30/11).

Menurut dia, lebih kasihan lagi bagi guru honorer yang bermasalah dengan kepala sekolah atau kepsek, sangat mungkin akan diberikan nilai jelek sehingga tidak lulus tes observasi.

BACA JUGA: IGI Bengkulu Dorong Pemprov Mengusulkan Formasi PPPK Guru ke Pemerintah Pusat, Segera

Dia menilai mekanisme itu seolah-olah membuat nasib guru honorer ada di tangan kepsek, pengawas sekolah, guru senior, Dinas Pendidikan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

"Sebenarnya lebih fair itu lewat seleksi, tidak ada like and dislike. Entah kenapa malah diarahkan ke observasi, kayak zaman ‘baheula’ saja," ungkapnya.

BACA JUGA: P2 & P3 Diduga Kena Pungli agar Lulus Observasi PPPK 2022, Guru Lulus PG Bereaksi

Heti yang lulus PG murni pada seleksi PPPK 2021 mengungkapkan banyak guru yang masa pengabdiannya panjang ketakutan disingkirkan peserta muda.

Menurut dia, hal itu dikarenakan observasi rentan dugaan pungli.

Mereka khawatir ada peserta yang berani melobi dengan kompensasi uang belasan juta rupiah.

"Kasihan, kan, guru honorer yang sudah lama mengabdi. Jangan sampai mereka disuruh mengemis-ngemis ke kepsek," ucapnya.

Heti berharap pemerintah pusat melakukan pengawasan ketat terhadap seleksi observasi ini.

Jangan sampai nasib guru honorer dipermainkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. (esy/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler