Perampok Sadis Ditembak Mati di Palembang

Sabtu, 06 Oktober 2018 – 22:25 WIB
Perampok ditembak mati. Foto ilustrasi: dokumen JPNN

jpnn.com, PALEMBANG - Pelaku perampokan bernama Irwan alias Iwan Jari Enam, 35, terbujur kaku di kamar jenazah RS Bhayangkara Palembang, Sabtu (6/10) pagi.

Perampok sadis yang selalu melukai korbannya saat beraksi ini, tewas ditembak aparat Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang.

BACA JUGA: Serka KT Pencabul Anak Dikawal Ketat Saat Diadili di Dilmil

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB, mengatakan, tersangka terpaksa ditembak karena melawan dengan senpi rakitan saat akan ditangkap, Jumat (5/10) subuh.

”Dari penangkapan ini, disita barang bukti senpira replika revolver dengan 2 peluru caliber 33 mm, celurit, 2 ponsel, dan motor yang dikendarainya saat beraksi,” jelasnya seperti dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group) hari ini.

BACA JUGA: BPN Sebut Penerbitan Sertifikat Tanah Baru Capai 70 Persen

Tersangka yang merupakan warga Jl Pipa Jakabaring itu jadi buruan polisi karena merupakan pelaku curas yang dikenal sadis setiap beraksi. Dari empat laporan polisi (LP) yang ada, korbannya dibuat cacat sampai ada yang meninggal dunia.

“Empat LP yang diterima dengan tersangka Irwan ini, di Polsek Sukarami, IB II, Gandus, dan Plaju,” katanya.

BACA JUGA: Kecewa Diputusin, Sebar Foto Panas Sang Mantan di Medsos

Dijelaskan, untuk kasus curas roda 2 (R2), terjadi di TKP depan Situs Purbakala, Gandus, 18 Oktober 2017, sekitar pukul 08.00 WIB. Korbannya atas nama Meta, cacat akibat disiram pakai air keras.

TKP kedua, Jl RA Abusamah, Sukarami, 25 Agustus 2016, sekitar pukul 03.30 WIB. Korban atas nama Heri, ditembak empat kali. Mengenai pinggang, paha, dan badan.

Lalu, TKP ketiga, Jl Rambutan, depan Masjid Al-Maghfiroh, 30 Ilir, IB II, 12 Mei 2018, sekitar pukul 03.30 Wib. Korban Wilyani dan ibunya, subuh itu baru pulang dari pasar pagi.

Korban dipepet dan diancam pakai senpi, motornya dirampas. TKP Keempat, Jl Kapten Robani Kadir, Plaju, Agustus 2016. “Korbannya, Nuraini, meninggal dunia ditembak tersangka di bagian badan dan paha,” urai Wahyu.

Kata Wahyu, pihaknya masih melakukan pengembangan karena diduga masih ada pelaku dan TKP lain. ”Kami juga akan menindak tegas bagi para pelaku begal lainnya," tegas Wahyu didampingi Kasat Reskrim, Kompol Yon Edi Winara, dan Kanit Pidum, Iptu Tohirin. (wly/air/ce3)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lakalantas Maut di Palembang, Dua Orang Tewas Mengenaskan


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler